Ahok: Restoran Ditutup jika Pengunjungnya Merokok Sembarangan

Kompas.com - 02/06/2014, 18:31 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama,  di Balaikota Jakarta, Senin (2/6/2014) Alsadad RudiPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Senin (2/6/2014)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menerapkan peraturan anti-narkoba, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan peraturan anti-rokok. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, untuk tahap awal, peraturan tersebut akan diterapkan di restoran dan kafe.

Karena itu, ia menyarankan agar semua restoran dan kafe menyediakan area khusus bagi perokok. Bila tidak, maka Basuki menyatakan tidak akan segan-segan untuk mencabut izin restoran dan kafe yang pengunjungnya kedapatan merokok di area yang tidak semestinya.

"Setelah kita sikat narkoba, berikutnya kita juga mau sikat yang merokok di dalam restoran atau tempat hiburan yang bukan di tempatnya. Kalau ketemu dua kali, kita akan cabut izinnya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (2/6/2014).

Mengenai razia narkoba di tempat-tempat hiburan, Basuki menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya tetap berkomitmen melakukan hal tersebut. Ia pun membantah bahwa penertiban yang dilakukan Pemprov DKI dan Bareskrim Polri hanya sampai pada Diskotek Stadium.

"Sekarang kita mau cabut tempat-tempat yang kedapatan narkoba dulu nih. Sampai sekarang baru ketemu satu. Kita lagi cari tempat-tempat yang lain, tetapi bertahap," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Megapolitan
UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Megapolitan
Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Megapolitan
1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Megapolitan
Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Megapolitan
Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X