Deportasi Guru Asing JIS Tak Pengaruhi Penyidikan

Kompas.com - 04/06/2014, 16:31 WIB
Jakarta International School KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAJakarta International School
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Hukum dan HAM berencana mendeportasi puluhan guru asing Jakarta International School. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap penyelidikan kasus kejahatan seksual yang dialami seorang siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS).

"(Rencana deportasi guru) tidak ada hubungannya dengan penyidikan karena tidak ada dari keterangan saksi korban yang mengarah ke orang yang dicurigai kemungkinan guru," kata Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/6/2014).

"Bila ada yang dicurigai adalah kemungkinan guru, barulah (kami) koordinasi dengan pihak imigrasi. Namun, sampai saat ini belum ada," katanya lagi.

Kemenhuk dan HAM berencana mendeportasi 26 guru di JIS lantaran diduga melakukan pelanggaran pemalsuan izin tinggal.

Dalam keterangan terpisah, beberapa waktu lalu, mantan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Paudni) Kemendikbud, Lydia Freyani Hawadi, pun mengatakan, guru asing di JIS bermasalah terkait izin mengajar. Guru asing di sana tidak mengantongi izin mengajar sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 66 Tahun 2009.

"Pendidiknya tidak memiliki izin yang sesuai dengan prosedur yang kami keluarkan," terang Lydia.

Menurut dia, tenaga pendidik itu hanya memiliki izin langsung dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta. Padahal, sebagai tenaga asing, seharusnya dia mengurus izin ajar melalui Kemendikbud sesuai dengan jenjang sekolah yang akan dia ajar, dan sebelumnya harus melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai guru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Wagub: Jakarta Segera Tambahkan 3 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Megapolitan
 Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Jumlah Kasus Covid-19 di Depok Sudah Lebih dari 25.000

Megapolitan
Kasus Covid-19 dan Kematian Makin Tinggi, Kenapa Kita Pilih Abai?

Kasus Covid-19 dan Kematian Makin Tinggi, Kenapa Kita Pilih Abai?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X