Kompas.com - 09/06/2014, 14:52 WIB
Kuasa hukum Jakarta International School (JIS) Harry Pontoh saat memberikan keterangan pers di Asean Room Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/6/2014). KOMPAS.com/YOHANES DE BRITHO NEONNUBKuasa hukum Jakarta International School (JIS) Harry Pontoh saat memberikan keterangan pers di Asean Room Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/6/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta International School mengkritik sikap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena bertindak seperti penyidik kepolisian dalam kasus yang melibatkan sekolah tersebut.

"Saya rasa tugas KPAI adalah melaksanakan perlindungan terhadap anak bukan penyidik. KPAI bertindak seperti lawyer bagi pihak termohon," kata Harry Pontoh, kuasa hukum JIS, di Asean Room Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Menurut dia, pernyataan KPAI yang mengatakan "ada indikasi" sudah membuat para guru JIS terganggu. "Padahal laporan masih pada tahap awal, masih melakukan pendalaman tetapi KPAI yang tugasnya perlindungan justru sudah bertindak menggantikan penyidik," sambungnya.

Harry menambahkan, bila ada indikasi berarti sudah ada bukti. Dia menilai KPAI tidak memiliki kompetensi untuk berani mengatakan demikian.

Terkait hal tersebut, pihak JIS berencana akan melaporkan KPAI ke polisi. "Kami akan lapor ke polisi karena merasa difitnah. Kami yakin Polda juga tidak mengatakan 'terindikasi' seperti itu ," Harry menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga seorang siswa TK JIS berinisial AK melaporkan ke kepolisian terkait dugaan kejahatan seksual yang dilakukan petugas kebersihan di sekolah bertaraf internasional tersebut. Enam pelaku sudah ditangkap polisi. Saat ini kasus tersebur masih ditangani Polda Metro Jaya.

Pekan lalu, orangtua siswa TK JIS, OA, melaporkan ke Polda Metro Jaya, bahwa putranya, DA (6), menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah seorang guru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

Megapolitan
Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Megapolitan
Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Megapolitan
Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X