Wajah Wali Kota Bogor Bima Arya Memerah Dikatai Banci

Kompas.com - 10/06/2014, 08:14 WIB
Walikota Bogor terpilih, Bima Arya Sugiarto, saat menghadiri acara pelantikan dirinya di Gedung DPRD Kota Bogor,di Ruang Rapat Paripurna, Senin (07/04/2014). Bima Arya tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 09.00 WIB. KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWalikota Bogor terpilih, Bima Arya Sugiarto, saat menghadiri acara pelantikan dirinya di Gedung DPRD Kota Bogor,di Ruang Rapat Paripurna, Senin (07/04/2014). Bima Arya tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 09.00 WIB.
EditorAna Shofiana Syatiri

BOGOR, KOMPAS.com — Wajah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memerah saat seseorang dari massa Laskar Antikorupsi dan Gerakan Reformasi Islam meneriakkannya banci. Dia langsung menemui para pendemo untuk menanyakan siapa yang menyebutnya banci.

Hal ini berawal dari pengunjuk rasa yang menuntut agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, ditutup. Pemkot Bogor agar tidak lagi membuang sampah di TPA Bogor yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

"Kami menuntut agar Pemerintah Kota Bogor tidak lagi membuang sampah di Galuga. Karena itu juga sudah menjadi keputusan di Pengadilan Negeri Cibinong yang diabaikan oleh Pemkot Bogor sehingga membuat warga Galuga terlantar," ujar Nanang Hidayat, koordinator aksi, Senin (9/6/2014).

Massa juga meminta Pemkot Bogor bertanggung jawab kepada warga Galuga karena banyak menderita kerugian. Setelah orasi itu, Bima Arya menanggapi.

"Kami akan melakukan kajian tentang itu. Kami masih membahas lokasi lain untuk membuang sampah. Saya akan datang ke Galuga dan berdialog dengan warga di sana," kata Bima Arya yang disambut tepuk tangan para pendemo.

Namun, suasana berubah ricuh setelah Nanang Hidayat, koordinator di lapangan, menilai Bima Arya banci.

"Statement-statement itu adalah statement seorang banci. Bima Arya tidak tegas," kata Nanang berkali-kali dalam orasinya.

Disebut banci oleh pendemo, Bima Arya yang tengah berjalan kaki menuju kantornya langsung berbalik arah. Dia terlihat begitu marah.

"Siapa yang bicara tadi?" kata Bima Arya di tengah kerumunan pendemo di Balaikota Bogor. Ketegangan pun tidak terhindarkan.

Saat itu juga kericuhan tak terelakkan. Adu mulut hingga teriakan agar pendemo ditangkap terdengar.

Akhirnya kericuhan mereda setelah Bima Arya kembali mengeluarkan statement dan berjanji akan segera menemui warga Galuga dalam waktu dekat.

"Minggu ini, kami lihat agendanya. Jika ada agenda yang kosong, saya akan langsung ke sana melihat lokasi itu," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Konsep Flyover Lenteng Agung-Tanjung Barat di Depan IISIP

Begini Konsep Flyover Lenteng Agung-Tanjung Barat di Depan IISIP

Megapolitan
Kemendagri Tak Akan Beri DPRD DKI Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

Kemendagri Tak Akan Beri DPRD DKI Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

Megapolitan
Usut Kasus Penyiraman 6 Anjing, Polres Jakpus Dapat Puluhan Karangan Bunga

Usut Kasus Penyiraman 6 Anjing, Polres Jakpus Dapat Puluhan Karangan Bunga

Megapolitan
Sempat Dibubarkan Polisi, Sekelompok Pemuda Masih Nekat Begal Pengendara Motor

Sempat Dibubarkan Polisi, Sekelompok Pemuda Masih Nekat Begal Pengendara Motor

Megapolitan
Mabuk dan Tabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas, Pengamat: Seharusnya Pelaku Ditahan

Mabuk dan Tabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas, Pengamat: Seharusnya Pelaku Ditahan

Megapolitan
3 Warga Kebon Jeruk Jadi Korban Tabrakan Bus di Cipali

3 Warga Kebon Jeruk Jadi Korban Tabrakan Bus di Cipali

Megapolitan
Jalan Putaran Depan Kampus IISIP Ditutup Mulai Jumat Besok

Jalan Putaran Depan Kampus IISIP Ditutup Mulai Jumat Besok

Megapolitan
Persyaratan Lengkap CPNS DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangsel

Persyaratan Lengkap CPNS DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangsel

Megapolitan
Kendarai Skuter Listrik di Trotoar dan JPO Bisa Didenda Rp 500.000

Kendarai Skuter Listrik di Trotoar dan JPO Bisa Didenda Rp 500.000

Megapolitan
BPTJ Akan Integrasikan Jak Lingko dengan Angkutan Umum di Bodetabek

BPTJ Akan Integrasikan Jak Lingko dengan Angkutan Umum di Bodetabek

Megapolitan
Pencuri Isi Kotak Amal Ditangkap, Pelaku Sudah Beraksi 16 Kali

Pencuri Isi Kotak Amal Ditangkap, Pelaku Sudah Beraksi 16 Kali

Megapolitan
Musim Hujan, Waspadai 10 Wilayah Rawan Longsor di Jakarta

Musim Hujan, Waspadai 10 Wilayah Rawan Longsor di Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Waduk hingga Bangun Sumur Resapan

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Keruk Waduk hingga Bangun Sumur Resapan

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Mahasiswi UIN Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Mahasiswi UIN Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Keluarga Korban Pengguna Skuter Listrik Nilai Aneh Polisi Tak Tahan Pelaku

Keluarga Korban Pengguna Skuter Listrik Nilai Aneh Polisi Tak Tahan Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X