Kompas.com - 10/06/2014, 17:24 WIB
Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta, menggunakan dua perahu motor berukuran kecil, mengangkat tanaman eceng gondok pada beberapa waktu lalu di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. KOMPAS.COM/ABBA GABRILLINPetugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta, menggunakan dua perahu motor berukuran kecil, mengangkat tanaman eceng gondok pada beberapa waktu lalu di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono memutuskan untuk tidak mengikuti program penilaian Adipura pada tahun 2015 karena merasa tidak percaya diri dengan kondisi kebersihan wilayahnya.

"Saya sudah buat surat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan sudah dikirimkan pada tanggal 5 Juni kemarin, saya sebagai Wali Kota Jakut tidak akan mengikuti Adipura," ujar Heru di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Selasa (10/6/2014).

Heru menjelaskan, dia tidak mau mengikuti program tahunan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut karena masih banyaknya pembangunan infrastruktur di wilayah Jakut. Oleh karena itu, banyak titik penilaian Adipura yang dinilai tidak memberi kenyamanan.

Ia menjelaskan, di wilayah Jakut terdapat banyak program pembangunan infrastruktur, antara lain revitalisasi waduk, Proyek Pengerukan Darurat Jakarta atau dikenal dengan sebutan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang mengurangi kenyamanan, seperti banyak pohon yang ditebang, saluran terbengkalai, dan kemacetan lalu lintas yang merupakan imbas dari pembangunan.

"Jadi sekarang kita konsentrasi membenahi dulu sehingga tahun 2016 sudah beres dan percaya diri mengikuti Adipura," tuntasnya.

Seperti diketahui, tidak satu pun dari lima wilayah administrasi kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta yang berhasil meraih Piala Adipura 2014. Kebersihan wilayah ibu kota negara ini kalah dibandingkan empat kota lain, yakni Surabaya, Tangerang, Palembang, dan Malang, yang berhasil merebut Adipura Kencana dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.