Pengemudi Transjakarta Akan Disertifikasi

Kompas.com - 16/06/2014, 22:29 WIB
Bus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) tengah menaikkan penumpang di Halte Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHABus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) tengah menaikkan penumpang di Halte Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Transjakarta akan melakukan sertifikasi kepada semua pengemudi bus transjakarta. Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Antonius Kosasih menanggapi kecelakaan beruntun antara transjakarta dan Kopaja AC di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Senin (16/6/2014) pagi.

"Pengemudinya mesti kita latih keterampilan, dan standardisasinya harus oke. Kita sertifikasi seluruh sopir," kata Kosasih di Balaikota Jakarta, Senin.

Latihan menyetir itu rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Para pengemudi itu, lanjut dia, harus memiliki standar yang sama untuk menyetir. Ini sebab pengemudi harus bertanggung jawab atas keselamatan penumpang transjakarta.

Sertifikasi pengemudi itu tidak hanya untuk pengemudi bus transjakarta, tetapi juga untuk para pengemudi bus kopaja dan kopami yang juga menggunakan jalur transjakarta. Pelatihan kepada pengemudi itu diberikan seiring peralihan pengadaan dan pengelolaan transjakarta dari Dinas Perhubungan DKI.

"Target kita 1 juta penumpang per hari. Sekarang baru 350.000. Itu pun sudah dipaksakan desak-desakkan. Perlu 1.289 bus gandeng dan bus single. Jumlahnya dua kali lipat dari bus gandeng," kata Kosasih.

Pihaknya juga telah melaporkan segala kendala dan kebutuhan PT Transjakarta kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hingga saat ini, PT Transjakarta belum bisa mengelola transjakarta secara menyeluruh karena masih dalam proses transisi dari Unit Pelayanan (UP) yang dipimpin oleh Pargaulan Butar Butar.

"Meskipun sekarang masih masa transisi dengan UP, secara operasional harus tandem sampai akhir tahun ini," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Megapolitan
Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Megapolitan
Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Megapolitan
Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Megapolitan
51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

Megapolitan
Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Megapolitan
1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X