Kompas.com - 18/06/2014, 20:35 WIB
Sukarelawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum Jakarta Barat menyosialisasikan Pemilu 2014 kepada para warga lanjut usia (lansia) penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (19/3). Sebagian besar lansia di tempat tersebut hidup sebatang kara di jalanan dan tidak mempunyai kartu tanda pengenal. Pihak panti akan mengupayakan mereka untuk masuk dalam daftar pemilih tetap sebagai syarat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2014. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOSukarelawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum Jakarta Barat menyosialisasikan Pemilu 2014 kepada para warga lanjut usia (lansia) penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (19/3). Sebagian besar lansia di tempat tersebut hidup sebatang kara di jalanan dan tidak mempunyai kartu tanda pengenal. Pihak panti akan mengupayakan mereka untuk masuk dalam daftar pemilih tetap sebagai syarat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2014.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal membangun panti sosial baru di Ciangir, Banten. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan mengatakan proses pembangunan itu baru masuk dalam tahap perencanaan.

"Prosesnya di Dinas Perumahan DKI. Barangkali sekarang sedang dilakukan studi kelayakan," kata Masrokhan, di Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Pihaknya pun sedang menghitung luas panti sosial itu, serta dapat menampung berapa banyak warga binaan. Pihaknya juga masih mengkaji apakah panti sosial itu untuk diperuntukkan untuk para lanjut usia (lansia), penderita psikotik, atau keduanya.

Di Jakarta, ada sebanyak 27 panti sosial. Apabila dikelompokkan berdasarkan rumpun, maka ada 13 rumpun. Ada panti laras, panti anak, panti lansia, dan lainnya.

"Panti sosial di Jakarta sudah banyak yang overload kapasitasnya. Jadi, bangun (panti sosial) di Banten," kata Masrokhan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembangunan panti sosial sengaja dilakukan di lokasi yang jauh dari ibu kota. Dengan demikian, para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang sudah terjaring, tidak lagi kembali ke jalan.

Menurut dia, Pemprov DKI memiliki lahan seluas 100 hektar di daerah tersebut. "Dengan pemindahan itu, kita berharap tidak ada lagi pengemis atau gelandangan yang kembali memenuhi ibu kota," ujar Basuki.

Sementara panti-panti sosial di Jakarta yang sudah tidak digunakan lagi nantinya akan dikosongkan dan dibongkar. Bangunan itu akan dirombak menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) terpadu.

Ia juga akan terus mengawasi kinerja Dinas Sosial DKI untuk memastikan tidak ada oknum yang mengizinkan PMKS kembali ke jalan, terutama setelah terjaring dalam razia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Anak 6 Tahun Usai Disetubuhi Tukang Siomay, Celana Dalam Dicuci Pelaku, Airnya Diminum

Cerita Anak 6 Tahun Usai Disetubuhi Tukang Siomay, Celana Dalam Dicuci Pelaku, Airnya Diminum

Megapolitan
UPDATE 29 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 77,9 Persen

UPDATE 29 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 77,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

Megapolitan
Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

Megapolitan
Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

Megapolitan
Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

Megapolitan
Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

Megapolitan
Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

Megapolitan
Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Megapolitan
Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

Megapolitan
BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

Megapolitan
Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

Megapolitan
Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

Megapolitan
514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.