Kompas.com - 23/06/2014, 14:52 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menengok sekolah Darurat Kartini, di Pademangan, Jakarta Utara. Senin (26/11/2012). KOMPAS.com/Robertus BelarminusMenteri BUMN Dahlan Iskan, menengok sekolah Darurat Kartini, di Pademangan, Jakarta Utara. Senin (26/11/2012).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Perwakilan Ordo Fransiskan dari 13 negara di dunia mengunjungi Sekolah Darurat Kartini milik ibu kembar Rian dan Rossy. Kedatangan mereka adalah untuk melihat cara mengelola sebuah tempat belajar bagi anak jalanan. Pastor Michale Peruhe/OFM, salah satu perwakilan dari Ordo Fransiskan, mengatakan, kedatangan mereka adalah untuk saling sharing.

"Kami merasa tempat ini sangat baik untuk para perwakilan dari negaranya belajar tentang kemiskinan kota," ujar Michale, perwakilan Ordo Fransiskan dari Indonesia, di Sekolah Darurat Kartini, Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/6/2014).

Ia menjelaskan, perwakilan dari ketiga belas negara tersebut datang ke Indonesia dalam rangka Pertemuan Internasional Isu Peradilan dan Lingkungan Hidup yang sedang diadakan di Indonesia sejak tanggal 13 Juni sampai 18 Juni kemarin.

"Memang pertemuan rutin dua tahun sekali, sebelumnya sudah pernah dilakukan di Brasil dan Afrika," jelasnya.

Ordo Fransiskan, kata dia, merupakan sebuah komisi keadilan perdamaian dan lingkungan hidup di dunia. Ordo Fransiskan didirikan sejak tahun 1126, berawal saat perang salib, Santo Fransiskus dari Assisi menemui Sultan Al Kalim.

"Kedua tokoh tersebut berbicara tentang bagaimana menghadapi agresi militer, dan menyebarkan perdamaian," jelasnya.

Perwakilan Ordo Fransiskan dari Amerika Serikat, Joe Rozansky/OFM, mengatakan, kunjungannya ke Sekolah Darurat Kartini sangat bagus dan ikut membantu permasalahan anak jalanan di Indonesia. Ia juga sedikit bercerita tentang permasalahan anak jalanan di Brasil yang tidak jauh berbeda dengan permasalahan anak jalanan di Indonesia, bahkan di Brasil terjadi permasalahan perkotaan di mana terjadi pembunuhan terhadap anak jalanan.

Menurut dia, sekolah darurat yang dikelola oleh ibu guru kembar tersebut bisa menjadi salah satu solusi permasalahan anak jalanan. "Sekolah ini sangat bagus dan bisa dijadikan contoh," ucapnya.

Sementara itu, Rossy dan Rian, panggilan akrab kedua ibu guru kembar tersebut, merasa mendapat kehormatan karena sekolah darurat yang mereka dirikan menjadi sekolah percontohan di seluruh dunia.

"Sebuah kehormatan dapat kunjungan dari romo-romo dari beberapa negara ini. Jadi Indonesia tidak malu memiliki sekolah yang berkualitas. Kenapa sekolah kami menjadi sekolah percontohan, karena di sini sekolah marjinal, kita akan menuntaskan pendidikan sampai anak-anak menjadi berhasil," ujar Rossy.

Adapun ketiga belas negara perwakilan itu adalah Mozambik, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, Slovania, Australia, Korea, Brasil, Kolombia, Meksiko, Amerika Serikat, dan Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.