Yusri yang Dibakar di Monas Juru Parkir Liar

Kompas.com - 25/06/2014, 15:49 WIB
Lokasi pembakaran juru parkir Monas, Yusri, pada Selasa (24/6/2014), di sisi Silang Monas Timur Laut, Gambir, Jakarta Pusat. Pelaku pembakaran diduga oknum tentara. Gambar lokasi ini diambil pada Rabu (25/6/2014). Kompas.com/Adysta Pravitra RestuLokasi pembakaran juru parkir Monas, Yusri, pada Selasa (24/6/2014), di sisi Silang Monas Timur Laut, Gambir, Jakarta Pusat. Pelaku pembakaran diduga oknum tentara. Gambar lokasi ini diambil pada Rabu (25/6/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengaku telah mendapat laporan terkait juru parkir Monas, Yusri (40), yang diduga dibakar oleh oknum TNI berpangkat sersan satu di Silang Timur Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2014) malam. Sunardi mengatakan, juru parkir yang telah dirawat di RSUD Tarakan itu bukanlah juru parkir resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Secara garis besar, (juru parkir) itu bukan petugas UP Perparkiran kami," kata Sunardi, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Dia menjelaskan, kejadian juru parkir yang diduga dibakar itu murni kriminal dan sedang dalam pengusutan oleh pihak penegak hukum, yaitu Polsektro Gambir. Kejadian itu merupakan aksi premanisme yang berada di luar kawasan Monas, sedangkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) UP Perparkiran hanya mengurus parkir di kawasan Lapangan IRTI Monas.

"Tapi, karena sekarang di IRTI sedang dibangun area PKL, jadi kami juga mengelola parkir di Silang Barat dan Timur Monas," kata Sunardi.

Dia mengaku tidak berwenang mengatur juru parkir liar. Namun, untuk mencegah hal itu terjadi kembali, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa instansi seperti kepolisian. Hal ini sebagai bentuk kepedulian untuk melawan aksi premanisme.

"Kalau juru parkir resmi dari UP Perparkiran, sudah kita siapkan SOP dan pola kerja yang teratur dan terkoordinasi," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X