Ini "Jurus" Baru Ahok Atasi Parkir Liar di Jakarta

Kompas.com - 25/06/2014, 19:33 WIB
Deretan kendaran bermotor yang parkir liar di depan Pusat Belanja Glodok, Jakarta Barat. Nadia ZahraDeretan kendaran bermotor yang parkir liar di depan Pusat Belanja Glodok, Jakarta Barat.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku memiliki "jurus" baru mengatasi parkir liar di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggunakan peraturan daerah (perda) tentang jasa derek untuk menjerat para pelaku parkir liar.

Ahok menjelaskan, dalam sistem tersebut, kendaraan yang terjaring razia akan langsung diderek oleh petugas dari Dinas Perhubungan. Pemilik yang berniat mengambil kendaraan diwajibkan membayar jasa derek sebesar Rp 500.000.

"Jadi, ada perda yang mengatur kendaraan yang parkir sembarangan bisa dikenakan Rp 500.000. Ini bukan tilang, tapi jasa derek. Jadi, kalau mobil sama motor lu sembarangan parkir, akan kita derek. Nanti kalau mau ambil, harus setor dulu Rp 500.000 ke bank," ujarnya, di Balaikota Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Ahok yakin penerapan peraturan ini akan mampu menimbulkan efek jera terhadap para pelaku parkir liar. Sebab, pembayaran hukuman yang akan diterapkan memiliki nilai yang cukup lumayan menguras kantong.

Tak hanya itu, sisi positif lainnya adalah pembayaran hukuman tidak perlu didahului oleh proses peradilan karena bisa langsung dilakukan tak lama setelah penindakan dan pembayarannya pun harus melalui transfer rekening.

"Ini tidak melanggar aturan karena kan kita bukan nilang. Kita cuma minta kendaraannya diparkir di tempat yang benar. Cuma untuk mindahin ke tempat yang benar ongkosnya Rp 500.000. Rp 500.000 lumayan karena sejam saja sudah bisa dapat Rp 5-10 juta," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

[POPULER JABODETABEK] Duduk Perkara Kisruh di Gerindra soal Dorongan Agar Anies Mundur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X