Kukuhkan Ribuan CPNS DKI, Ahok Ingatkan Tak Sungkan Memecat

Kompas.com - 27/06/2014, 10:38 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah) bersama Walikota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Anas Effendi bersama calon pegawai negeri sipil. Ribuan CPNS dikukuhkan, di Kantor Walikota Jakarta Barat, Jumat (27/6/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah) bersama Walikota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Anas Effendi bersama calon pegawai negeri sipil. Ribuan CPNS dikukuhkan, di Kantor Walikota Jakarta Barat, Jumat (27/6/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kali pertama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengukuhkan dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Gubernur bagi ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Saat itu, dia mengingatkan bahwa dirinya tak sungkan memecat CPNS nakal karena mereka belum PNS.

Basuki mengingatkan, CPNS harus memiliki orientasi yang baik dalam melayani masyarakat. Jika tidak, dia tidak segan langsung memecat.

"Di Pemprov DKI, tidak ada istilah semua CPNS pasti jadi PNS. Karena kebanyakan pegawai itu rajin saat jadi honorer saja, pas PNS sudah malas lagi," kata Basuki di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (27/6/2014).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan, ada sebanyak 1.156 CPNS yang dikukuhkan Basuki pada Jumat (27/6/2014) pagi ini, sekitar pukul 08.00. Di lingkungan Pemprov DKI, biasanya penyerahan SK Gubernur ini diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

"Saya ingin berterima kasih kepada Pak Basuki karena sudah menandatangani SK Gubernur penerbitan nomor induk kepegawaian (NIK) untuk 140 CPNS terakhir," kata Made.

Made menerangkan, meskipun para CPNS nantinya bekerja di tempat yang telah ditentukan, tetapi mereka harus bersedia ditempatkan di meja depan kelurahan, kecamatan, maupun kantor wali kota untuk melakukan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Ia berpesan agar calon pamong masyarakat itu bekerja jujur dan baik sebelum diangkat menjadi PNS.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

Megapolitan
Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Megapolitan
12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

Megapolitan
Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

Megapolitan
Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Megapolitan
Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Megapolitan
Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Megapolitan
Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Megapolitan
Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Megapolitan
BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

Berita Foto
[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

Megapolitan
Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Megapolitan
Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X