Kompas.com - 04/07/2014, 14:52 WIB
Anak jalanan terlelap di kawasan Kota Tua di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (8/3). Keberadaan rumah singgah harusnya diperbanyak untuk alternatif memberdayakan anak-anak yang secara bentukan mental emosional belum kokoh ini. Kompas/Agus Susanto (AGS)
AGUS SUSANTOAnak jalanan terlelap di kawasan Kota Tua di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (8/3). Keberadaan rumah singgah harusnya diperbanyak untuk alternatif memberdayakan anak-anak yang secara bentukan mental emosional belum kokoh ini. Kompas/Agus Susanto (AGS)
Penulis Jessi Carina
|
EditorHindra Liauw

BEKASI, KOMPAS.com -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi Radi Mahdi mengatakan penertiban gelandangan dan pengemis yang sering dilakukan oleh Satpol PP bagaikan lingkaran setan. Pasalnya, para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tersebut selalu kembali beroperasi lagi.

"Dari Satpol PP wewenang kita kan hanya menertibkan saja. Setelah itu, kami melimpahkan kepada Dinas Sosial," ujar Radi Mahdi di kantor Satpol PP Bekasi, Jumat (4/7/2014).

Radi mengatakan, Satpol PP sudah sering melakukan penertiban terhadap gepeng. Hal ini semakin intensif pada bulan Ramadhan karena jumlah mereka meningkat. Setiap melakukan penertiban, Satpol PP selalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bekasi.

Setelah Satpol PP melakukan penertiban, mereka yang terjaring razia akan dilimpahkan kepada Dinas Sosial Bekasi. Setelah itu, Dinas Sosial akan melakukan pendataan.

Selanjutnya, mereka akan dikirim ke tempat penampungan. Namun, tempat penampungan hanya memiliki dana untuk menghidupi para gelandangan dan pengemis tersebut hanya selama tiga hari. 

Dana tersebut digunakan untuk memberi makan mereka. Setelah masa tiga hari, mereka pun dilepas. "Setelah dilepas, mereka kembali ke jalan lagi. Makanya ini seperti tidak ada solusi. Seperti lingkaran setan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.