Kompas.com - 09/07/2014, 12:37 WIB
Umat menyalurkan zakat di bulan Ramadhan melalui Lembaga Amil Zakat Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2010). Zakat ini nantinya akan disalurkan kepada warga miskin.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Umat menyalurkan zakat di bulan Ramadhan melalui Lembaga Amil Zakat Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2010). Zakat ini nantinya akan disalurkan kepada warga miskin.
EditorAris F. Harvenda
Tanya  
Ustadz yang dirahmati Allah SWT, saya adalah pekerja swasta, yang ingin ditanyakan adalah sesuatu yang masih mengganjal dalam hati. Apa hukum zakat bagi Sukuk dan Obligasi? Terimakasih atas penjelasannya. (Ihsan Ismail, Ciputat, Tangerang Selatan) Jawab  
Dewasa ini sarana investasi sudah makin banyak. Di antaranya sarana investasi berbasis syariah yaitu obligasi syariah atau sukuk. Obligasi syariah/sukuk berasal dari bahasa Arab yaitu sak (tunggal) dan sukuk (jamak) yang berarti “memukul atau membentur”, dan bisa juga bermakna “pencetakan atau menempa”. Istilah sak bermula dari tindakan membubuhkan cap tangan oleh seseorang atas suatu dokumen yang mewakili suatu kontrak pembentukan hak, obligasi, dan uang. Kata sak dalam transaksi perdagangan berubah nama menjadi kata latin, cheque. Namun penggunaan sukuk sekarang berbeda dengan penggunaan sukuk dahulu.

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia No 32/DSN-MUI/IX/2002, Sukuk adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang Obligasi Syariah. Sukuk mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin/fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Sedangkan obligasi adalah surat hutang dari suatu lembaga, perusahaan atau negara untuk jangka waktu tertentu dan dengan suku bunga tertentu. Pihak yang mengeluarkannya (emiten) diibaratkan sebagai peminjam dan pembeli obligasi (investor) diibaratkan sebagai pemberi pinjaman. Para investor akan mendapatkan return, yaitu bunga yang bersifat tetap.

Sukuk didefinisikan sebagai suatu dokumen sah yang menjadi bukti penyertaan modal atau bukti utang terhadap pemilikan suatu harta yang boleh dipindah milikkan dan bersifat kekal atau jangka panjang. Sukuk menunjukkan pemilikan atas aset, dimana klaim di dalam sukuk tidak sebuah klaim terhadap cash tetapi merupakan klaim pemilikan atas sekumpulan aset. Jadi, sukuk pada prinsipnya mirip seperti obligasi konvensional, dengan perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep margin dan bagi hasil sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukukung (underlying transaction) berupa sejumlah aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk, dan adanya akad atau perjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, sukuk juga harus terbebas dari riba, gharar dan maysir.

Sukuk membutuhkan instrument penyertaan atas aset, sedangkan obligasi sebagai sebuah kontrak atas utang dimana penerbit wajib membayar pemegang obligasi pada waktu tertentu, sekaligus dengan bunga dan pokok. Perbedaan yang mengemuka antara sukuk dengan obligasi konvensional adalah pada underlying asset yang digunakan. Di dalam sukuk Underlying asset dibutuhkan sebagai jaminan bahwa penerbitan sukuk didasarkan nilai yang sama dengan asset yang tersedia. Oleh karenanya, asset harus memiliki nilai ekonomis, baik berupa asset berwujud atau tidak berwujud, termasuk proyek yang akan atau sedang dibangun.

Adapun hukum zakat untuk Sukuk adalah wajib bagi mereka yang mengeluarkan uang untuk membeli Sukuk. Tapi, bila yang mengeluarkan adalah pihak lain, maka yang wajib mengeluarkan zakat adalah pihak lain itu. Zakat sukuk sama seperti zakat mal atau perniagaan lainnya yaitu 2,5 persen setiap tahunnya. Namun sukuk yang wajib dizakati adalah bagi mereka yang menanamkan uang tersebut minimal 25 juta. Bila di bawah angka itu, maka tidak diwajibkan baginya untuk berzakat.

Zakat 2,5 persen tidak hanya untuk sukuk saja, akan tetapi masyarakat yang menanamkan uangnya di obligasi juga wajib mengeluarkan zakat. Batasan minimalnya juga sama yaitu 25 juta. Potensi obligasi lebih besar dibanding sukuk, dan 97 persen didominasi oleh obligasi murni. Sedangkan 3 persen adalah sukuk. Jadi bila hanya mengandalkan zakat dari sukuk maka hasilnya tidak akan besar. Tapi bila dua-duanya dizakati, maka hasil zakat akan sangat besar. Wallahu ‘alam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Megapolitan
Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Megapolitan
Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Megapolitan
Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Megapolitan
Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Megapolitan
Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Megapolitan
Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Megapolitan
Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

Megapolitan
Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Megapolitan
Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Megapolitan
Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak, Rumah di Kalideres Akan Dirobohkan

Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak, Rumah di Kalideres Akan Dirobohkan

Megapolitan
Pemkot Jakbar Akan Beri Santunan untuk Keluarga Korban Rumah Ambruk di Kalideres

Pemkot Jakbar Akan Beri Santunan untuk Keluarga Korban Rumah Ambruk di Kalideres

Megapolitan
Polisi Tangkap Lima Orang Terkait Kasus Temuan Mayat Pria Terbungkus Kain di KBT Cilincing

Polisi Tangkap Lima Orang Terkait Kasus Temuan Mayat Pria Terbungkus Kain di KBT Cilincing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.