Kompas.com - 10/07/2014, 22:35 WIB
Sejumlah bus angkutan antarkota dan angkutan antarprovinsi diparkir berderet di Terminal Pulogadung untuk kemudian diberangkatkan secara bergiliran. Kompas.com/Agita TariganSejumlah bus angkutan antarkota dan angkutan antarprovinsi diparkir berderet di Terminal Pulogadung untuk kemudian diberangkatkan secara bergiliran.
Penulis Nadia Zahra
|
EditorHindra Liauw

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemudik yang akan berangkat melalui Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, diminta tidak khawatir atas tarif liar angkutan mudik. Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama pengusaha perusahaan otobus telah menyepakati tarif atas dan tarif bawah angkutan mudik.

"Jika ada harga di luar ketentuan, harus segera melapor ke call center kami," ucap Kepala Terminal Pulogadung, Muhamad Arafat, Kamis (10/7/2014).

Berikut ini daftar tarif bus batas atas dan bawah:

1. Wilayah I (Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara) sebesar Rp 161.000 dan Rp 99.000.
2. Wilayah II (Pulau Kalimantan dan Sulawesi) sebesar Rp 179.000 dan Rp 110.000.

"Kalau berbeda dari patokan kita, silakan hubungi layanan pengaduan. Kita tindak yang merugikan para pemudik itu," ujar Arafat kepada Kompas.com.

Selain itu, dari data yang diperoleh wartawan, jumlah angkutan Lebaran 2014 yang melayani antarkota dan provinsi di Terminal Pulogadung berjumlah 170 bus.

Angka ini terdiri dari 33 bus untuk rute ke berbagai kota di Jawa Barat, 86 bus ke Jawa Tengah, 16 bus ke Jawa Timur, 27 bus ke Merak/Banten, 4 bus ke Sumatera, dan 6 bus ke Bali/Nusa Tenggara.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

Megapolitan
Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Megapolitan
Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Megapolitan
John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

Megapolitan
Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Puing Longsor yang Sumbat Kali di Jagakarsa Diangkat, Banjir Mulai Surut

Megapolitan
Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Urai Kemacetan, Petugas Pemeriksa Kendaraan di Gerbang Tol Bitung Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X