Kompas.com - 11/07/2014, 14:33 WIB
Warga membawa paket sembako yang dibeli di  pasar murah yang digelar oleh PT Jamsostek di halaman kantor Sudin Pekerjaan Umum di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2013). Pasar murah itu untuk meringankan beban warga menjelang Ramadhan. KOMPAS / WISNU WIDIANTOROWarga membawa paket sembako yang dibeli di pasar murah yang digelar oleh PT Jamsostek di halaman kantor Sudin Pekerjaan Umum di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2013). Pasar murah itu untuk meringankan beban warga menjelang Ramadhan.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar pasar murah. Bazar rencananya digelar selama lima hari mulai 14 sampai18 Juli 2014, di halaman Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok.
 
Kepala Bagian Perekonomian Jakarta Utara, Dedi Sumardi, mengatakan pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah saat harga barang kebutuhan pokok meningkat. Selain itu, kata dia, juga untuk mensejahterakan karyawan di wilayah kantor wali kota.

"Pasar murah tersebut akan diikuti oleh 100 usaha kecil menengah binaan SKPD terkait, kemudian dari Kecamatan, PKK, masyarakat umum, BUMN dan swasta, " kata Dedi kepada Kompas.com, Jumat (11/7/2014).

Nantinya, kata dia, ada seribu lebih paket sembako murah yang berisi beras, minyak sayur, gula, tepung terigu yang dijual dengan Rp 40.000 per paket. Kemudian Pemkot juga akan membagikan 8.700 kupon subsidi sembako senilai Rp 20.000.

Kupon tersebut akan dibagikan di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Koja, Rawa Badak Utara dan Kebon Bawang. "Jadi warga yang memiliki kupon bisa belanja sembako di Ramadaan Fair dengan harga hanya Rp 20.000 per paket," kata Dedi.

Ia menambahkan, selain diberikan kepada warga di tiga kelurahan, kupon juga akan dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Kantor Wali Kota Jakarta Utara seperti pegawai golongan 1 dan golongan 2, petugas cleaning service, pamdal, juru parkir, penjaga masjid dan teknisi.

Kata dia, selain sembako, minyak sayur juga akan dijual murah seharga Rp 9.000 per liter, dari harga aslinya yang Rp 14.000 per liter. Warga yang belum mendapatkan kupon bisa juga mendapatkan paket sembako dengan harga Rp 20.000 per paket dengan datang langsung ke halaman kantor wali kota pada hari pelaksanaan dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Namun KTP-nya khusus yang tinggal di Jakarta Utara," ucapnya.

Suku Dinas (Sudin) Perikanan, Peternakan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara, juga ikut berpartisipasi dalam Ramadan Fair dengan menyediakan 3.350 kilo daging sapi dan 1.400 kilo daging ayam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Sudin (Kasudin) P2K, Sri Haryati, menjelaskan bahwa instansinya juga telah menyiapkan kupon subsidi untuk daging.

"Jadi satu kupon satu kilo daging baik sapi maupun ayam. Kuponnya sendiri akan kami sediakan saat hari H, " kata Sri. Untuk satu kupon daging sapi, Sudin P2K akan memberikan subsidi sebesar Rp 30.000. Sehingga warga yang memiliki kupon bisa membeli daging sapi seharga Rp 55.000 per kilo dari harga sebelumnya yaitu Rp 85.000.

Sementara untuk satu kupon daging ayam akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 15.000, dari harga Rp 40.000 warga bisa membeli sekilo daging dengan harga Rp 25.000 dengan menggunakan kupon tersebut.

Menurut Sri, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas daging sapi dan ayam yang dijual. Untuk daging ayam, Sudin P2K hanya menjual daging yang sesuai dengan standar daging Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena baik daging sapi maupun ayam sudah memenuhi standar kesehatan yang dijamin oleh pemerintah," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.