Siang Ini, Pembacaan Vonis Anak Ahmad Dhani

Kompas.com - 16/07/2014, 03:30 WIB
Mobil Lancer B 80 SAL, yang dikemudikan oleh putra bungsu Ahmad Dhani, AQJ (13), ringsek setelah mengalami kecelakaan di Tol Jakarta-Bogor, Minggu (8/9/2013) dini hari. Bangkai mobil diamankan di Satlantas Wilayah Jakarta Timur. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOMobil Lancer B 80 SAL, yang dikemudikan oleh putra bungsu Ahmad Dhani, AQJ (13), ringsek setelah mengalami kecelakaan di Tol Jakarta-Bogor, Minggu (8/9/2013) dini hari. Bangkai mobil diamankan di Satlantas Wilayah Jakarta Timur.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Putra musisi Ahmad Dhani yang menjadi terdakwa kasus kecelakaan di Kilometer 8+200 Tol Jagorawi, AQJ alias Dul (14), akan menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (16/7/2014).

"Iya, besok (Rabu) sidang dimulai sebelum jam dua belas sianglah. Jadi sidangnya akan terbuka dan wartawan boleh masuk. Selama ini kan sidangnya memang tertutup. Tetapi, pas vonis itu memang terbuka," kata Kuasa Hukum Dul, Lydia Wongsonegoro, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/7/2014) malam.

Menurut Lydia, Dul terus bertanya kepadanya tentang putusan apa yang akan dia terima. Lydia pun berharap majelis hakim mempertimbangkan pleidoi yang disampaikan dalam sidang beberapa waktu lalu.

Lydia berharap Dul mendapat vonis untuk dikembalikan kepada orangtuanya karena masih di bawah umur. Dia pun menegaskan, kecelakaan tersebut merupakan musibah. "Ini sesuatu yang tidak diinginkan. Ini sebuah musibah," ujar dia. Rencananya, kedua orangtua Dul, yakni Dhani dan Maia Estianti, akan hadir dalam sidang pembacaan vonis ini.

Dalam tuntutan jaksa penuntut umum, putra bungsu Dhani itu dituntut dua tahun masa percobaan dan satu tahun penjara. Apabila selama masa percobaan dua tahun tersebut Dul melakukan perbuatan melanggar hukum, maka dia akan menjalani hukuman kurungan satu tahun penjara.

Dul terlibat kecelakaan di Tol Jagorawi pada 8 September 2013. Mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan lalu menghantam dua kendaraan lainnya, yakni Toyota Avanza B 1882 UZJ dan Daihatsu Grandmax B 1349 TFM.

Enam orang tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu orang lagi meninggal di rumah sakit. Selain itu, sembilan orang lain juga terluka karena kecelakaan ini. Adapun Dul mengalami patah tulang kaki dan beberapa cedera lain.

Dari kasus tersebut, Dul menghadapi tiga dakwaan kumulatif memakai delik Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dakwaan pertama yakni Pasal 310 ayat 4; kedua, Pasal 310 ayat 2 dan 3; dan ketiga, Pasal 310 ayat 1. Ancaman hukuman dalam pasal ini terendah satu tahun penjara, sementara maksimal enam tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Dinkes Tangsel Belum Atur Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Pasar

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE 1 Maret: Tambah 39 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

2 Blad Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus Penuh

Megapolitan
Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Selain di Gorong-gorong, Kabel di Tiang Jalan TB Simatupang Juga Terbakar

Megapolitan
Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Tangsel Belum Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Megapolitan
Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Dapat 33.400 Dosis, Depok Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Polisi Tangkap Dua Pemalsu Surat Tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar, Lurah: Ledakannya Kencang

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Sayat Leher Mantan Perawatnya di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Kabel di Gorong-gorong Jalan TB Simatupang Terbakar

Megapolitan
Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Mortir Seberat 50 Kg Ditemukan di Aliran Kali Cipinang

Megapolitan
Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Penyebar Video Syur Mirip Artis GL Raup Rp 75 Juta dari Komersialisasi Konten

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Vaksinasi Covid-19 Lansia Digelar di Sekolah Tiap Kecamatan di Jakpus

Megapolitan
UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 1 Maret 2021: Tambah 2.058 Kasus, 9.756 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 1 Maret: Bertambah 77 Kasus Positif, 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X