Mulai 1 Agustus, Naik Kopaja AC dari Halte Transjakarta Bayar "Double"

Kompas.com - 18/07/2014, 07:29 WIB
Bus angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) Bogor-Rawamangun, Jumat (15/3/2013) terlihat menunggu penumpang di tepi jalan, sekitar 200 meter dari Terminal Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat. APTB sudah dua hari tidak memasuki Terminal Bubulak karena ditolak sopir angkutan kota rute Bubulak-Terminal Baranangsiang. 

KOMPAS/ANTONY LEEBus angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) Bogor-Rawamangun, Jumat (15/3/2013) terlihat menunggu penumpang di tepi jalan, sekitar 200 meter dari Terminal Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat. APTB sudah dua hari tidak memasuki Terminal Bubulak karena ditolak sopir angkutan kota rute Bubulak-Terminal Baranangsiang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola Transjakarta memutuskan, mulai 1 Agustus 2014 tak akan lagi menyediakan tiket angkutan umum terintegrasi busway, seperti Kopaja AC, Kopami, APTB dan BKTB, di Halte Transjakarta. Dengan demikian, tak ada lagi integrasi tiket antara Transjakarta dengan angkutan-angkutan tersebut.

Menurut Direktur Institute Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Yoga Adiwinarto, adanya peraturan tersebut akan membuat para pengguna Kopaja AC, Kopami, APTB, dan BKTB harus membayar biaya "double" bila ingin melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta. Hal itu berbeda dari penerapan selama ini di mana para penumpang Kopaja, Kopami, APTB, dan BKTB tidak perlu lagi membayar biaya jika ingin melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta.

"Jadi kalau mau naik Kopaja AC dari halte transjakarta harus bayar double. Bayar tiket busway dulu Rp 3.500. Terus bayar Kopaja AC-nya Rp 5.000. Totalnya jadi Rp 8.500," kata Yoga kepada Kompas.com, Kamis (17/7/2014).

Pengumuman mengenai perubahan ketentuan ini sudah dipasang di sejumlah halte Transjakarta. Yoga memprediksi, aturan tersebut akan berpotensi membuat jumlah pengguna Kopaja, Kopami, APTB, dan BKTB menurun, karena selama ini para penggunanya merupakan pengguna Transjakarta.

"Kalau harus bayar double bakalan sepi Kopaja AC sama APTB," ujarnya. 

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak Transjakarta terkait perubahan ketentuan ini. Namun, beberapa hari lalu, Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengatakan bahwa mulai pertengahan Agustus, pihak Transjakarta tidak akan lagi menjual tiket kertas. Penumpang diminta untuk segera memiliki tiket elektronik produk perbankan dari beberapa bank, seperti Flazz (BCA); e-money (Mandiri); Brizzi (BRI); Tap Cash (BNI); Mega Card (Bank Mega); dan Jak Card (Bank DKI).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Megapolitan
Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Megapolitan
Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Megapolitan
Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Megapolitan
Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Megapolitan
Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Megapolitan
Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X