Penuhi Permintaan Ahok, Jakpro Bangun "Ducting" pada 2015

Kompas.com - 18/07/2014, 23:04 WIB
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya Sumadi, saat berada di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (14/5/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinDirektur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya Sumadi, saat berada di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (14/5/2014).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jakarta Propertindo bakal membangun ducting atau saluran jaringan utilitas di Jalan Sudirman maupun jalan protokol lainnya. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan, ide pembangunan ducting itu berasal dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Kalau tidak ada aral melintang, bisa saja ducting dibangun tahun depan," kata Budi saat ditemui wartawan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Pembangunan ducting itu juga menunggu pengesahan Perda Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah. Menurut Budi, Basuki meminta Jakpro untuk mengkaji sistem ducting, terutama di Jalan Jenderal Sudirman. Sebab, utilitas di Jalan Jenderal Sudirman sudah berantakan dan berbahaya.

Untuk membangun ducting ini, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut bersama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Sebab, utilitas ini jangan sampai mengganggu pembangunan MRT di jalur Bundaran HI-Lebak Bulus.

"Nanti saya akan bertemu Pak Dono Boestami (Dirut PT MRT Jakarta) untuk membahas ini. Karena sebenarnya pembangunan ducting ini bisa diintegrasikan dengan proyek MRT," ujar Budi.

Mantan Dirut Pembangunan Jaya Ancol itu mengaku masih "buta" terhadap pembangunan proyek ducting ini. "Jujur, saya belum tahu lokasi pembangunan ducting di mana saja. Saya juga belum punya konsep detailnya karena ini merupakan hal baru," kata Budi.

Pembangunan ducting ini sangat diperlukan untuk merapikan utilitas-utilitas yang berada di bawah tanah. Pada Rabu (16/7/2014) malam, pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Jenderal Sudirman bocor. Ledakan pipa gas bocor itu diduga karena pekerjaan utilitas Telkom pada proyek MRT di kawasan tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Megapolitan
Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X