Pimpin Apel Mudik, Ahok Semprot Pamdal Balaikota

Kompas.com - 21/07/2014, 10:21 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi Pembina upacara dalam apel siaga pengendalian arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1435 Hijriah, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (21/7/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPlt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi Pembina upacara dalam apel siaga pengendalian arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1435 Hijriah, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (21/7/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali meluapkan emosinya kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI.

Kali ini sasarannya adalah staf pengamanan dalam (pamdal) Balaikota yang berada di bawah pengelolaan Biro Umum DKI Jakarta.

Kegusaran Basuki terlontar saat memimpin Apel Siaga Pengendalian Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri Tahun 1435 Hijriah di Lapangan Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (21/7/2014).

"Bagaimana ceritanya ada pamdal yang bilang ke saya kalau (keamanan) Balai Agung bukan tanggung jawab mereka?" kata Basuki.

Pada Kamis (17/7/2014) lalu, saat acara buka bersama Basuki dengan alumni Universitas Prasetya Mulya, di Balai Agung, ada seorang peserta yang kehilangan tas miliknya. Di dalam tas itu tersimpan laptop, ponsel, dompet beserta isi, dan lain-lain.

Basuki dan peserta itu pun melaporkan kejadian itu kepada staf pamdal Balaikota dengan harapan dapat mengetahui pelaku melalui rekaman CCTV.

Sayangnya, staf-staf pamdal itu justru mengaku tidak tahu dan menjelaskan bahwa keamanan di Balai Agung, termasuk CCTV, bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.

Seharusnya, lanjut dia, staf pamdal juga bertugas mengawasi situasi di dalam Balaikota melalui CCTV yang ada. Apabila ada gerak-gerik mencurigakan, staf pamdal itu dapat memberi tahu petugas lainnya untuk langkah antisipatif.

Ia mengharapkan, tidak ada lagi staf pamdal yang hanya bergurau atau merokok dengan petugas lainnya seperti orang yang tidak punya pekerjaan.

"Kalau tidak ada yang mengawasi, orang gampang buat pasang bom di Balaikota. Jadi, tidak perlu mengawasi arus mudik balik di DKI kalau mengawasi Balaikota dan Monas saja enggak becus," pungkas pria yang akrab disapa Ahok itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Megapolitan
Hari Kedua Libur Panjang, TMII Kedatangan 10.000 Pengunjung

Hari Kedua Libur Panjang, TMII Kedatangan 10.000 Pengunjung

Megapolitan
Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

Megapolitan
Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

Megapolitan
Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Megapolitan
Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Megapolitan
Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X