Trotoar di Jalur Kalimalang Dijebol Warga, Ini Tanggapan Dishub Bekasi

Kompas.com - 24/07/2014, 21:50 WIB
Ilustrasi kemacetan jalur mudik KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi kemacetan jalur mudik
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan Bekasi Sopandi Budiman memberi komentar soal trotoar di sepanjang jalur Kalimalang yang dijebol warga.

Sopandi mengatakan warga telah merusak fasilitas umum dengan melakukan tindakan ini. "Enggak boleh itu merusak trotoar. Itu namanya sudah merusak fasilitas umum," ujar Sopandi Budiman ketika dihubungi, Kamis (24/7/2014).

Sopandi mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki trotoar itu. Jika tidak segera diperbaiki, maka membahayakan pengendara motor.

Menurutnya, pengendara motor yang memutar balik melalui trotoar tersebut akan berhadapan dengan arus mobil di jalur cepat. Mereka bisa saja tertabrak mobil yang sedang melaju kencang.

Selain itu, Sopandi mengatakan tikungan yang selama ini ada memang sengaja dibeton. Namun, pembetonan ini hanya sementara.

Tiga U-turn yang dibeton itu adalah bagian dari rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dishub Kota Bekasi selama mudik Lebaran. "Kalau tiga U-turn itu tidak dibeton maka akan menambah titik kemacetan," ujarnya.

Untuk diketahui, warga sepanjang Jalan KH Noer Ali atau yang biasa disebut jalur Kalimalang membobol sekitar 17 titik trotoar di jalur tersebut. Trotoar yang dirusak adalah trotoar yang berada di tengah jalur menuju Jakarta dan jalur menuju Bekasi.

Trotoar dibobol karena kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalur ini akibat adanya arus mudik. Dengan membobol, pengendara motor akan semakin mudah memutar balik kendaraan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Megapolitan
Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X