Kompas.com - 01/08/2014, 16:43 WIB
Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang melayani rute Bogor-Rawamangun. Tarif APTB Rp 12.000 dan bisa melaju di jalur busway serta penumpang bisa langsung pindah ke bus transjakarta tanpa biaya tambahan. KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOAngkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang melayani rute Bogor-Rawamangun. Tarif APTB Rp 12.000 dan bisa melaju di jalur busway serta penumpang bisa langsung pindah ke bus transjakarta tanpa biaya tambahan.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai hari ini, 1 Agustus 2014, loket halte TransJakarta tidak lagi melayani penjualan tiket bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus TransJakarta (APTB).

Para penumpang APTB pun harus membayar tarif dua kali jika ingin naik APTB dari halte TransJakarta. Pertama, mereka harus membayar Rp 3.500 untuk masuk halte. Kedua, mereka kembali membayar di dalam APTB sebesar Rp 8.000.

Sebelumnya, mereka hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 8.000 untuk menaiki APTB. Perubahan tarif tersebut ditanggapi beragam oleh pengguna APTB.

"Enggak apa-apa, habis sistem barunya memang begitu. Ribet dan mahal pasti ya, tapi (jalur APTB) ini dekat kalau dari rumah saya jadi ya tetep pakai ini," kata Florentina, warga Bekasi kepada Kompas.com di Halte Dukuh Atas, Jumat (1/8/2014).

Berbeda dengan Rani, karyawan di kawasan Sudirman yang tinggal di Bekasi. Rani tidak seperti Florentina yang hanya sesekali dalam sepekan menggunakan APTB. Rani mengakui sistem baru ini juga ribet, apalagi jika nanti seluruh halte TransJakarta menerapkan e-ticketing.

Oleh karena itu, ia sedang memikirkan untuk berpindah ke moda transportasi lain. "Selama ini malas naik kereta karena desak-desakan, tapi kalau APTB jadi kayak gitu ya dipikirin lagi deh," kata Rani.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Lebih dari Seribu Permohonan SIKM di Jakarta Ditolak Karena Alasan Ini

Megapolitan
Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X