Polisi Akui Sulitnya Bersihkan PKL dan Parkir Liar di Monas

Kompas.com - 06/08/2014, 10:52 WIB
Petugas Satpol PP menyita barang dagangan dari PKL di Monas yang disembunyikan pedagang di semak taman. Sabtu (2/8/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPetugas Satpol PP menyita barang dagangan dari PKL di Monas yang disembunyikan pedagang di semak taman. Sabtu (2/8/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya berkomitmen menindak tegas pedagang kaki lima di kawasan Monas termasuk oknum-oknum yang berada di belakangnya.

Namun Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengakui, sulitnya membersihkan pedagang dan parkir liar di kawasan tersebut.

"Memang susah menghilangkan pedagang dan tukang parkir di situ. Karena tiap ada razia, hilang, kemudian mucul lagi," kata Rikwanto, Rabu (6/8/2014).

Rikwanto menambahkan ada kesulitan untuk mengatasi parkir liar. Hal itu karena Taman Monas sering menjadi tempat digelarnya berbagai acara. Banyak kendaraan yang masuk ke lokasi parkir sehingga daya tampung lahan parkir di kawasan tersebut tidak memadai.

"Karena ada momen di mana tempat parkirnya tidak bisa menampung kendaraan lagi sehingga bermunculan parkir liar," ucap Rikwanto.

Pada saat itulah, muncul para petugas parkir liar. Dalam melakukan operasinya, petugas parkir memeras para pengunjung dengan menerapkan biaya parkir yang cukup tinggi.

Rikwanto mengatakan, hingga saat ini penertiban PKL dan parkir liar di kawasan Monas memang masih menjadi tanggung jawab Pemda DKI. Namun, bila Pemprov meminta bantuan, Polda Metro juga akan menurunkan personel membantu penertiban.

"Selain polisi dan Pemda, diharapkan masyarakat juga ikut andil dalam melakukan pembersihan di Monas tersebut," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Megapolitan
[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

[Update 29 November]: Bertambah 34, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tercatat 2.870

Megapolitan
Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Satgas Covid-19 Kota Bogor Pertimbangkan Cabut Laporan Polisi terhadap RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X