Tinggal di Aliran Sungai, Ahok Heran Warga Kampung Pulo Punya Sertifikat Tanah

Kompas.com - 12/08/2014, 17:32 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara usai menandatangani dokumen penetapan kinerja kepala SKPD/UKPD Pemprov DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014). Ahok mulai hari ini resmi menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur menyusul dikeluarkannya pengajuan cuti Gubernur Joko Widodo. Di hari pertama, Ahok memimpin sejumlah rapat dan menerima tamu kehormatan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara usai menandatangani dokumen penetapan kinerja kepala SKPD/UKPD Pemprov DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014). Ahok mulai hari ini resmi menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur menyusul dikeluarkannya pengajuan cuti Gubernur Joko Widodo. Di hari pertama, Ahok memimpin sejumlah rapat dan menerima tamu kehormatan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa heran warga Kampung Pulo, Jakarta Timur bisa memiliki sertifikat tanah. Sebab, tempat tinggal mereka berada di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

"Kampung Pulo pasti kami sikat, kami akan paksa. Yang kami bingung adalah, kenapa ruko di sana bisa ada sertifikat tanahnya," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Oleh karena itu, Basuki berharap Badan Pertanahan Nasional (BPN) tingkat Pemprov DKI melakukan kontrol kepemilikan lahan. Bangunan yang telah memiliki sertifikat tanah tidak dapat dibongkar.

Apabila bangunan bantaran bersertifikat itu tidak dibongkar, maka kawasan di sana akan tetap terendam banjir. Warga Kampung Pulo yang telah memiliki sertifikat itu juga tidak mau jika lahannya dibayar hanya sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Mereka akan menuntut uang ganti rugi kepada DKI sesuai dengan harga pasar.

"Sekarang warga yang ngotot untuk minta ganti rugi harga tanah pakai harga pasar. Nanti NJOP kamu kami samakan dengan harga pasar, biar kapok bayar pajaknya tinggi," kata Basuki.

Dia pun meminta warga Ibu Kota untuk mematuhi peraturan yang berlaku dalam program mengantisipasi banjir. Sebab, lanjut dia, pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan juga perlu dukungan dan aksi dari warga.

"Jangan bilang saya keras, tapi Anda menuntut keamanan, ya sudah kami akan tertibkan semuanya. Sekarang begini, Anda menuntut saya kenyamanan, saya harus bagaimana? Kita tidak ada pilihan lain lagi," kata Ahok, sapaan Basuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekadar informasi, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Senin (11/8/2014) sore kemarin menyebabkan genangan di sejumlah titik. Bahkan wilayah elite Kemang terendam banjir. Genangan-genangan itu juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sejumlah jalan utama.

Baca juga: Ahok Beberkan Penyebab Banjir pada Senin Malam di Jakarta



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X