Imbas Narkoba di Kampus, Peminat Unas Menurun Drastis

Kompas.com - 14/08/2014, 20:44 WIB
Tulisan di pagar depan Kampus UNAS yang berisikan pengumuman bahwa mahasiswa diliburkan setelah adanya penggeladahan narkoba oleh polisi, Kamis (14/8/2014). laila rahmawatiTulisan di pagar depan Kampus UNAS yang berisikan pengumuman bahwa mahasiswa diliburkan setelah adanya penggeladahan narkoba oleh polisi, Kamis (14/8/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Bantuan Hukum Universitas Nasional TB Ali Asgar mengungkapkan bahwa Unas mengalami penurunan peminat dalam lima tahun terakhir. Menurutnya itu disebabkan oleh atmosfir Unas yang tidak aman dan nyaman karena adanya praktik narkoba di dalam kampus.

"Lima tahun lalu peminat kami ada 1.800 siswa. Lalu berkurang jadi 1.500 anak. Puncaknya tahun ini, hanya 1.200 siswa," kata Ali dalam jumpa pers di Kampus Unas, Kamis (14/8/2014).

Ali menambahkan, dengan razia Rabu malam kemarin Unas mendapat banyak apresiasi dari para wali murid. Dalam razia itu aparat menemukan lima kilogram ganja di dalam kampus.

"Kami terima banyak "surat cinta" dari wali murid karena narkoba ini kan penyakit masyarakat," ucapnya.

Kepala Biro Umum Unas Abdul Malik menyadari langkah yang diambil Unas saat ini bukanlah tindakan populer. Hal itu karena kasus narkoba dianggap aib oleh kebanyakan institusi pendidikan.

Ia pun tidak khawatir akan nasib lulusan Unas. "Unas kan nggak jelek-jelek amat. Tergantung pada individu masing-masing," kata Abdul.

"Kami sebagai institusi pendidikan berkewajiban untuk menjaga mutu akademik. Unas dapat dikatakan sebagai kampus pelopor terdepan dalam memerangi narkoba," kata Ali Asgar.

Baca juga: Unas Bantah Ada Praktik Prostitusi di Kampus

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Sudah Disemprot Disinfektan oleh Tim Gegana, Besok Pasar Cisalak Dibuka

Sudah Disemprot Disinfektan oleh Tim Gegana, Besok Pasar Cisalak Dibuka

Megapolitan
Masuki New Normal, Pengunjung Mall Dibatasi 35 Persen

Masuki New Normal, Pengunjung Mall Dibatasi 35 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X