Dimodali Jokowi, Kelompok Tani Marunda Sukses Kembangkan Rumah Pembibitan

Kompas.com - 15/08/2014, 14:32 WIB
Rumah Hidroponik di depan rumah susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang telah rampung dan siap digunakan, Selasa (18/2/2014) Alsadad RudiRumah Hidroponik di depan rumah susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang telah rampung dan siap digunakan, Selasa (18/2/2014)
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sukses menerapkan sistem pertanian hidroponik, Kelompok Tani Marunda Hijau di rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, kembali mengembangkan rumah pemibibitan.

Selain mencukupi kebutuhan bibit pertanianan, hasil pembibitan tersebut diharapkan juga bisa dijual. Untuk mengembangkan sistem pertanian hidroponik, rumah hidroponik seluas 1.000 meter persegi dibangun di rusunawa Marunda sejak Januari lalu.

Rencananya, sistem tanam hidroponik di rusunawa Marunda akan dijadikan proyek percontohan sistem pertanian di wilayah perkotaan Jakarta. Selama ini, rumah hidroponik antara lain digunakan untuk menanam selada hijau, pakcoi, kangkung, dan caisim.

Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, mereka setiap harinya memanen dengan omzet mencapai Rp 500.000 per hari. Tanaman tersebut dipasok ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta Utara.

Dalam tahap mengembangkan pertanian, kelompok tani tersebut membuat rumah pembibitan untuk memenuhi kebutuhan bibit pertanian hidroponik.

Rumah tanaman seukuran 120 meter itu secara khusus digunakan sebagai pusat penyemaian benih menjadi bibit. "Sebelumnya, bibit kami disuplai oleh Pak Jokowi. Makanya, agar dapat mandiri, kami coba kembangkan sendiri dengan pembibitan," ujar Dea (47), Ketua Kelompok Tani Marunda Hijau, di Rusun Marunda, Jumat (15/8/2014).

Ia menjelaskan, untuk melakukan pengembangan teknologi pembibitan, kelompoknya dibantu menggunakan CSR dari salah satu perusahaan benih.

Selain mendapat pasokan 20 varietas benih dan pembangunan rumah benih, mereka juga diberikan pendampingan pembibitan. Dengan demikian, para petani mampu mengembangkan bibit yang unggul dari benih tanaman, seperti dari cabe rawit, tomat, bayam merah, pakcoi, selada hijau, terung putih, dan jagung manis.

"Anggota kelompok tani kami ada 10 orang dan setiap hari hasil panen kami Rp 500.000. Semoga bila pembibitan ini berhasil, selain untuk kebutuhan pertanian, kami juga akan menjualnya," katanya.

Kepala Unit Pengelola Rusun Sewa (UPRS) Wilayah I Maharyadi mengatakan, para petani tersebut sejak beberapa bulan lalu sudah meminta izin kepada pengelola.

Mereka meminta diberikan izin untuk menggunakan lahan di halaman Cluster A sebagai rumah pembibitan. "Kami mendukung, makanya kami izinkan. Semoga pengembangan teknologi ini bisa jadi program percontohan pertanian di wilayah perkotaan," kata Maharyadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Megapolitan
Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Megapolitan
Anies: 1,25 Juta Keluarga Akan Dapat Bantuan Sembako Tiap Pekan

Anies: 1,25 Juta Keluarga Akan Dapat Bantuan Sembako Tiap Pekan

Megapolitan
Catat, Ini Aturan untuk Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB di Jakarta

Catat, Ini Aturan untuk Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB di Jakarta

Megapolitan
Motor Diizinkan Selama PSBB di Jakarta, tetapi Hanya untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Motor Diizinkan Selama PSBB di Jakarta, tetapi Hanya untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X