Usai Rampungkan Berkas Kasus Guru JIS, Polisi Akan Periksa Kepsek TK

Kompas.com - 15/08/2014, 17:32 WIB
Staf pengajar, wali murid, dan siswa tengah mengikuti doa bersama memohon kebebasan untuk Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong, guru JIS yang menjadi tersangka kejahatan seksual, di halaman JIS, Jumat (1/8/2014). Kompas.com/Laila RahmawatiStaf pengajar, wali murid, dan siswa tengah mengikuti doa bersama memohon kebebasan untuk Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong, guru JIS yang menjadi tersangka kejahatan seksual, di halaman JIS, Jumat (1/8/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya telah merampungkan berkas perkara dua guru Jakarta International School yang menjadi tersangka pelecehan seksual.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menuturkan, berkas yang telah lengkap tersebut juga telah diserahkan ke kejaksaan pagi tadi.

"Tadi pagi sekitar jam 10, berkas perkara guru JIS dilimpahkan ke kejaksaan. Setelah ini kami berencana memanggil kepala sekolah JIS, Elsa," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/8/2014).

Penyidik berharap berkas kasus ini cepat dijawab oleh kejaksaan dan dinyatakan lengkap atau P21. Sehingga bisa dilanjutkan penyelidikan kepada kepala sekolah TK JIS, Elsa Donohue.

Menurutnya, berkas kedua tersangka diserahkan terpisah. Sejauh ini tidak ada tambahan bukti dan tersangka dalam kasus ini.

Adapun bukti-bukti yang disertakan, antara lain hasil penyelidikan termasuk hasil visum dan uji kebohongan. Rikwanto mengatakan, pemanggilan kepala sekolah TK JIS Elsa Donahue, segera dijadwalkan.

Seperti diberitakan, dua guru JIS, yakni Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual terhadap muridnya.

Dalam laporannya, tiga siswa TK itu, AK, AL, dan DA, mengaku mengalami kekerasan seksual berkali-kali dari para guru. Saat ini, kedua tersangka ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka dituduh melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Keduanya dikenakan Pasal 80 dan Pasal 82 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Masih. Mereka masih berada di tahanan Polda Metro Jaya," kata Rikwanto.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Megapolitan
Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Megapolitan
Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki 'Awas Ada Kereta', Dia Enggak Dengar

Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki 'Awas Ada Kereta', Dia Enggak Dengar

Megapolitan
Begini Cara Cek Tiket Vaksin 'Booster' Lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Begini Cara Cek Tiket Vaksin "Booster" Lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Megapolitan
UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

Megapolitan
Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Megapolitan
Teka-teki Kasus Suami Bunuh Istrinya Usai Berhubungan Badan di Duren Sawit

Teka-teki Kasus Suami Bunuh Istrinya Usai Berhubungan Badan di Duren Sawit

Megapolitan
Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

Megapolitan
Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Megapolitan
Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Megapolitan
Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Megapolitan
Viral 'Kampung Mati' Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Viral "Kampung Mati" Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.