Kompas.com - 20/08/2014, 11:01 WIB
Anggota Brimob bersenjata lengkap menjaga Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi gangguan saat sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Rabu (6/8/2014). Polri mengerahkan sekitar 22.000 personelnya yang tersebar di beberapa pos pengamanan, termasuk untuk mengamankan sidang gugatan hasil Pilpres 2014 tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDINAnggota Brimob bersenjata lengkap menjaga Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi gangguan saat sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Rabu (6/8/2014). Polri mengerahkan sekitar 22.000 personelnya yang tersebar di beberapa pos pengamanan, termasuk untuk mengamankan sidang gugatan hasil Pilpres 2014 tersebut.
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pembacaan hasil putusan sidang gugatan pemilihan presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi akan dilaksanakan pada besok, Kamis (21/8/2014). Kepolisian akan memberlakukan penjagaan empat ring dan pengalihan arus lalu lintas.

Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto memberikan jalur alternatif bila terjadi kepadatan di sekitar Gedung MK besok.

"Ada empat jalur alternatif yang bisa dilewati berkaitan dengan pembacaan putusan MK besok," ujar Budiyanto di Polda Metro Jaya, Rabu (20/8/2014).

Jalur pertama ialah dari Semanggi arah Istana akan dialihkan ke arah Budi Kemuliaan-Abdul Muis-Majapahit-Harmoni dan seterusnya. Bisa juga dari Budi Kemuliaan terus ke Tanah Abang. Jalur kedua ialah arus dari Gajah Mada.

Ketika menuju ke arah Istana di Harmoni, arus dibelokkan ke kiri menuju Jalan Juanda, kemudian menuju Pasar Baru lalu Gunung Sahari, atau dari Jalan Juanda menuju Pasar Baru-Kantor Pos-Lapangan Banteng, kemudian menuju Jalan Merdeka Timur.

Jalur ketiga ialah dari arah Tugu Tani. Arus kendaraan dari arah Jalan Merdeka Selatan di depan Kedutaan Besar AS akan diluruskan ke Jalan Merdeka Timur. Jalur keempat ialah arus lalu lintas dari arah Tanah Abang. Di Jalan Merdeka Barat, arus kendaraan bisa dibelokkan ke kiri, ke arah Abdul Muis, kemudian ke arah Majapahit-Harmoni.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Anies Baswedan Tegaskan ke Relawan untuk Tak Bicara Pilpres 2024

Megapolitan
Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Fakta Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Diteriaki Maling Usai Senggol Motor dan Diserang Membabi Buta

Megapolitan
Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Rian Ernest Optimistis Elektabilitas PSI Akan Menanjak karena Sering Kritik Pemerintahan Gubernur Anies

Megapolitan
Ditindak Polisi Saat Konvoi, Pengemudi Mobil: Kami Tidak Berhenti di Tol Untuk Foto-foto

Ditindak Polisi Saat Konvoi, Pengemudi Mobil: Kami Tidak Berhenti di Tol Untuk Foto-foto

Megapolitan
Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Megapolitan
Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

Megapolitan
Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Megapolitan
Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Megapolitan
Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Megapolitan
Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Megapolitan
Jakarta Bakal Punya 5 Lapangan Berstandar FIFA, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Jakarta Bakal Punya 5 Lapangan Berstandar FIFA, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.