Ahok Samakan Proyek Monorel dengan Kereta Gantung TMII

Kompas.com - 20/08/2014, 20:04 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam sebuah acara diskusi transportasi, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (26/6/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam sebuah acara diskusi transportasi, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (26/6/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masih pesimistis jika proyek monorel oleh PT Jakarta Monorail (JM) dapat berjalan.

Hal itu karena Basuki tidak mau PT JM membangun proyek monorel dengan modal hak properti yang didapat dari Pemprov DKI. Menurut Basuki, PT JM meminta hak properti sebanyak 200.000 meter persegi untuk pengembangan usaha.

"Kamu (PT JM) ini perusahaan monorel atau perusahaan properti yang mengakali (modus) proyek monorel," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (20/8/2014).

Basuki menjabarkan keuntungan yang diraih PT JM dengan hak properti yang mereka dapat. Apabila PT JM menyewakan properti 200.000 meter persegi dengan harga Rp 25 juta per tahunnya, maka PT JM akan mendapat Rp 50 triliun dalam jangka waktu 10 tahun.

Dalam waktu dua tahun saja, PT JM meraih pendapatan dari properti sebesar Rp 10 triliun. Sementara itu, nilai investasi pembangunan PT JM hanya Rp 15 triliun.

"Terus proyek Anda juga tidak menghubungkan ke perumahan-perumahan, hanya selintas saja. Ini kan seperti mainan (kereta gantung) di Taman Mini (Indonesia Indah). Kira-kira, proyek kamu ini menolong saya (DKI) mengatasi kemacetan nggak?" ucap Basuki.

Hingga saat ini, kata dia, DKI masih menunggu kesepakatan klausul pemberian jaminan bank pada perjanjian kerja sama (PKS) baru. Basuki meminta PT JM menyerahkan uang jaminan di bank sebesar 30 persen dari total investasi monorel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika PT JM berhasil memenuhi target penyelesaian satu jalur monorel dalam waktu tiga tahun, maka uang jaminan akan dikembalikan.

Sebaliknya, jika gagal, maka aset monorel akan diambil DKI dan PT JM dikenakan kewajiban membayarkan uang jaminan itu kepada Pemprov DKI. "Kami tinggal lihat saja, dia punya uang 30 persen dari investasinya atau tidak. Tunggu saja September," ujar pria yang biasa disapa Ahok itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.