Depok Bersiap Pilih Pengganti Wali Kota Nur Mahmudi

Kompas.com - 26/08/2014, 16:16 WIB
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mendapat penghargaan Wali Kota Teladan dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAWali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mendapat penghargaan Wali Kota Teladan dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) pada Oktober 2015 mendatang. Ketua KPU Depok Titik Nurhayati, mengatakan pemutakhiran daftar pemilih akan dilakukan pada Maret 2015.

"Sekarang baru pratahapan. Ini baru selesai kajian regulasi untuk pilkada nanti," kata Titik Nurhayati di kantor KPU, Jalan Kartini, Pancoran Mas, Selasa (26/8/2014).

Kepala Divisi Sosialisasi KPU Depok Nurhadi menambahkan, kajian regulasi yang dihadiri delapan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang akan menyelenggarakan pilkada tahun depan itu untuk menyeragamkan tata cara dan tahapan pemilihan.

"Selain Depok, antara lain ada Indramayu, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung yang juga akan menggelar pilkada," kata Nurhadi.

KPU Depok pun tengah menunggu kelanjutan dari Rancangan Undang-undang Pilkada yang sedang digodok oleh Komisi II DPR RI. "KPU kota itu kan hanya implementor. Tergantung keputusan pusat apakah UU tersebut akan diberlakukan sejak diterapkan atau kapan," kata Titik.

Sekadar informasi, pada mulanya, Komisi II DPR RI menargetkan akan mengesahkan RUU Pilkada pada Maret 2014, tetapi hingga kini pengesahan tersebut masih tertunda. Rencananya, RUU itu disahkan tahun ini sehingga dapat diterapkan pada tahun 2015.

Meski pilkada masih lama, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai mempersiapkan pemilihan wali kota Depok yang akan dilaksanakan pada Februari 2015. Setidaknya, tujuh nama kader PKS disiapkan untuk menggantikan Nur Mahmudi Ismail, Wali Kota Depok sekarang. Salah satunya, Tifatul Sembiring, yang kini menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika.

Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal membenarkan masuknya nama Tifatul sebagai kandidat yang akan diusung partainya untuk maju sebagai calon wali kota Depok.

Selain Tifatul, ada pula Suparyono (Ketua DPD PKS Depok sekaligus anggota DPRD Depok terpilih), Imam Budi Hartono (mantan anggota DPRD Jawa Barat), Nur Azizah Tahmid (istri Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail), Sohibul Iman (Wakil Ketua DPR), Sahfan Badri Sampurno (anggota DPR dapil Bengkulu), dan Idris Abdul Shomad (calon eksternal yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok). [Baca: Ini Tanggapan Tifatul soal Wacana Pencalonannya sebagai Wali Kota Depok].




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X