Kompas.com - 04/09/2014, 23:10 WIB
Pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok, atau Akses Tol Priok (ATP), Minggu (24/8/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinPembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok, atau Akses Tol Priok (ATP), Minggu (24/8/2014).
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan Jalan Tol Tanjung Priok memasuki babak baru. Hari Rabu (3/9), 700 personel gabungan satuan polisi pamong praja, Polri, dan TNI dapat membongkar paksa bangunan di delapan bidang tanah di Koja dan Kalibaru, Jakarta Utara, setelah bertahun-tahun terhambat pembebasannya.

Lima bidang lahan yang dieksekusi berada di Kalibaru, Kecamatan Cilincing, merupakan lokasi penting bagi ruas tol sepanjang 11,4 kilometer itu. Di lokasi tersebut jalan tol layang belum tersambung karena lahan untuk pembangunan tiang belum dibebaskan.

Adapun tiga bidang di Koja merupakan sebagian dari 43 bidang lahan yang telah melalui proses penitipan (konsinyasi) ganti kerugian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kini masih ada 40 bidang lain di kawasan itu yang belum dibebaskan.

Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) sekaligus Sekretaris Kota Jakarta Utara Junaedi mengatakan, pemerintah daerah telah melewati semua prosedur pembebasan lahan. Namun, pemilik lahan berkeras mempertahankan lahan dengan alasan belum setuju dengan besaran ganti kerugian.

”Kami tidak ingin kompromi lagi. Penyelesaian proyek tertunda karena pembebasan tanah molor. Lahan yang dibutuhkan di Kalibaru telah bebas sehingga setidaknya satu jalur Tol Tanjung Priok bisa segera tersambung,” kata Junaedi, di Jakarta.

Pengosongan lahan ditempuh setelah terbit Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1208 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pembangunan Akses Tol Tanjung Priok. Surat tertanggal 22 Juli 2014 itu mendasari pengosongan lahan yang ganti ruginya telah dititip di PN.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Tol Tanjung Priok Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Nurhadi mengatakan, pembebasan lahan menjadi kendala utama molornya penyelesaian proyek selama ini. Pembongkaran bangunan dan pembebasan delapan bidang lahan itu merupakan kabar baik bagi kelangsungan proyek Tol Tanjung Priok.

Pelaksana proyek, kata Bambang, mengejar tenggat. Kini sejumlah seksi telah memasuki tahap akhir. Seksi E1 di ruas Rorotan-Cilincing, misalnya, bahkan sudah beroperasi. Sementara Seksi E2 dan E2A di Cilincing- Jampea mencapai 60-65 persen, Seksi NS Link di Jampea-Plumpang mencapai 87 persen, dan NS (North South) Direct di Plumpang sekitar 30 persen hingga pertengahan Agustus 2014.

Solusi sementara

Tol Tanjung Priok diharapkan menjadi solusi sementara mengatasi kemacetan di kawasan Tanjung Priok. Satu lajur jalan diperkirakan mampu menampung sekitar 1.500 kendaraan per jam, separuh dari kapasitas jalan yang ada saat ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.