Warga Ragukan Ahok Mampu Urus Jakarta Tanpa Wakil

Kompas.com - 12/09/2014, 13:11 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat membuka Indonesian Robotic Olympiad 2014, di Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Sabtu (6/9/2014).

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat membuka Indonesian Robotic Olympiad 2014, di Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Sabtu (6/9/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jakarta memberikan pendapat mereka terkait wacana yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk memimpin Ibu Kota tanpa pendamping atau wakil.

Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Ahok itu tak lama lagi akan memimpin Jakarta untuk menggantikan Joko Widodo yang menjadi presiden. Risdianto (37), warga Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini mengatakan, untuk mengurus Jakarta, tak mungkin Ahok bekerja sendiri.

"Untuk mengurus DKI tentu perlu wagub. Soalnya, Jokowi memimpin Jakarta saja itu masih kurang, masih keteteran," kata Risdianto, kepada Kompas.com, Jumat (12/9/2014).

Risdianto mengatakan, meniadakan posisi wakil gubernur untuk kota sebesar Jakarta akan membuat Ahok kesulitan dalam memimpin.

Menurut dia, sejumlah deputi atau staf yang membantu Ahok pun tak akan mampu membantu Ahok dalam mengurus kota sebesar Jakarta dengan penduduk dan problem yang banyak. Ia berpendapat, posisi seorang wakil berguna untuk membantu pimpinannya dalam melaksanakan kebijakan dan keputusan.

"Saya enggak sependapat. Bagaimana ngurus yang di dalam, apalagi kalau dia bilang bisa ngurus Jakarta cuma pakai CCTV, enggak pakai blusukan. Enggak akan sanggup," ujar Risdianto.

Pratama (24), warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, lainnya mengatakan, sesuai dengan peraturan, gubernur menjalankan roda pemerintahan tentu mesti memiliki wakil. Ia menilai pemerintahan tak akan berjalan karena posisi wakil gubernur juga memiliki fungsi strategis dalam menjalankan tugas dan fungsi gubernur.

"Dia kan terbiasa mengeluarkan pernyataan kontroversial. Meskipun dia bilang sanggup memimpin sendirian, tampaknya DPRD tidak mengizinkan hal itu karena sesuai peraturan bahwa harus ada wakil," ujar Pratama.

Lalu, siapa calon yang mereka nilai tepat mendampingi Ahok?

Baik Risdianto maupun Pratama tak mengetahui pasti rekam jejak tokoh-tokoh sering disebut untuk mendampingi Ahok. Mereka tidak mengenal Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Sadikin, mantan Wali Kota Blitar yang kini menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi, dan Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X