Eddies Adelia Dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu - Kompas.com

Eddies Adelia Dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu

Kompas.com - 19/09/2014, 09:36 WIB
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Eddies Adelia menemani suaminya, Ferry Setiawan, menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2014). Ferry merupakan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang Rp 21 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Berkas perkara Eddies Adelia terkait kasus penipuan sang suami, Ferry Setiawan, telah dinyatakan lengkap alias P21. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pun telah menyerahkan barang bukti dan tersangka ke pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sebagai konsekuensinya, pemilik nama lengkap Ronia Ismawati Nur Azizah itu kini resmi mendekam di balik jeruji besi. Eddies bakal berada di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur selama beberapa minggu ke depan.

"Klien kami terhitung hari ini resmi jadi tahanan kejaksaan di Rutan Pondok Bambu untuk 20 hari ke depan," ucap Ina Rachman, kuasa hukum Eddies Adelia, saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014).

Sebagai kuasa hukum Eddies, Ina mengaku tidak tahu apa alasan hingga kliennya tersebut harus ditahan. Pasalnya, selama ini, kliennya itu sangat kooperatif dan tidak ada keinginan untuk mempersulit proses hukum.

"Kalau ingat UU, seseorang dapat ditahan satu karena diduga melarikan diri. Eddies mau lari ke mana? Dia kerja di sini, cari nafkah di sini, kalau dia ditahan, siapa yang nanti urusin bapaknya. Kedua, menghilangkan barbuk, enggak mungkinlah. Eddies terima nafkah dari suaminya, masa iya harus nanyain dari mana nafkahnya," ucapnya.

Dalam proses penyerahan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, barang bukti yang ada dihadirkan secara lengkap, mulai dari mobil, tas, hingga beberapa bukti transfer rekening.

Eddies Adelia diduga menerima uang dari Ferry Setiawan senilai total Rp 1 miliar yang diberikan melalui tujuh kali transfer. Polisi menduga uang tersebut hasil kejahatan Ferry. Eddies disangkakan Pasal 5 tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan hukuman lebih dari lima tahun penjara.


EditorAna Shofiana Syatiri

Close Ads X