Kompas.com - 25/09/2014, 19:57 WIB
Lokasi pelelangan ikan di Pasar Ikan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2014). KOMPAS.COM/ABBA GABRILLINLokasi pelelangan ikan di Pasar Ikan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Saluran air (drainase) yang berbau dan rusak di Pelabuhan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, rencananya akan segera diperbaiki. Unit Pengelola Teknis Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan (UPT PKPP dan PPI) Muara Angke, berencana memperbaiki sebelum akhir tahun ini.

Kepala Seksi Kepelabuhanan UPT PKPP dan PPI Muara Angke, Mahad, mengatakan, rencananya perbaikan akan dilaksanakan pada awal Oktober 2014. Namun, pihaknya harus menempuh proses mekanisme lelang terlebih dahulu.

"Masih menunggu proses lelang dulu di ULP. Nanti ditentukan siapa pemenang lelangnya," ujar Mamad, saat dihubungi wartawan, Kamis (25/9/2014).

Menurutnya, selain melakukan perbaikan pengerukan lumpur di saluran air, pihaknya akan menuntaskan perbaikan di dua kolam penampungan. Dua kolam ini merupakan tempat saluran air di Pelabuhan Muara Angke ditampung sebelum dipompa ke laut.

Terdapat dua pompa yang beroperasi di dua kolam itu. Air yang masuk akan diolah di tempat penampungan sebelum berakhir ke laut. Masing-masing kolam penampungan itu memiliki luas 900 meter persegi dengan kedalaman 2,5 meter.

"Sekarang kondisinya rusak, akan kami perbaiki supaya air bisa masuk lagi," ujr Mahad.

Mahad menyatakan, bila pengumuman lelang keluar akhir September ini, pengerjaan akan dimulai pada Oktober. Diperkirakan, perbaikan akan rampung pada Desember 2014. Ia mengatakan, proses pengerukan saluran air yang dipenuhi lumpur itu tidak akan berlangsung lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Paling lambat dua setengah bulan selesai," ujar dia.

Sebelumnya, saluran air (Drainase) sepanjang jalan di Pelabuhan Ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara nampak tidak dipelihara dengan baik. Air limbah dari tempat penjualan ikan kerap meluap membanjiri jalan serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Pemandangan saluran air yang buruk itu dapat dilihat di sepanjang jalan yang dikelilingi pasar dan tempat pengolahan ikan ini.

Tidak hanya air limbah dari pasar dan pengolahan ikan, sampah-sampah juga ikut di buang mengotori saluran air. Kondisi air juga berwarna hitam pekat dan kental. Air di dalam saluran juga stag tidak bergerak. Suka tak suka, air limbah ceceran dari got yang penuh kadang mengganggu pengunjung pelabuhan ikan ini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

Megapolitan
Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X