Kompas.com - 29/09/2014, 18:32 WIB
Halaman depan SMA 3 Jakarta di Setiabudi 2, Jakarta Selatan. Gambar diambil pada Selasa (24/6/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubHalaman depan SMA 3 Jakarta di Setiabudi 2, Jakarta Selatan. Gambar diambil pada Selasa (24/6/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Infeksi paru disebut menjadi dugaan penyebab meninggalnya Arfiand Caesar Al Irhami (16), pelajar kelas X SMA Negeri 3 Jakarta, pada Jumat (20/6/2014).

Hendarsam Marantoko, kuasa hukum terdakwa W—salah satu terdakwa dalam perkara meninggalnya Arfiand, mengatakan, pemeriksaan oleh dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan bahwa kecil kemungkinan Arfiand meninggal karena dipukul.

"Itu kan enggak nyambung (sama) kekerasan yang ada, sedangkan di sekitar organ paru-paru (yang bermasalah). Artinya, itu tidak mendukung dakwaan jaksa itu sendiri," tutur Hendarsam, Senin (29/9/2014).

Dokter yang memeriksa jasad Arfiand, Cecep, hadir menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin. Dalam kesaksiannya, dia mengatakan sakit di perut Arfiand dimungkinkan sebagai efek dari sakit di bagian paru.

Hendarsam berpendapat, dakwaan yang ditujukan kepada kliennya juga tidak masuk akal. Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa W telah melakukan kekerasan terhadap Arfiand. Sedangkan menurut Hendarsam, W tidak terbukti melakukan hal tersebut.

Bahkan, lanjut Hendarsam, W sendiri diakui tidak menyentuh korban sama sekali sehingga dakwaan yang diberikan dianggap tidak kuat. Sidang kasus pembunuhan di SMAN 3 akan berlanjut pada Selasa (30/9/2014) dengan menghadirkan terdakwa DW dan juga mendengarkan keterangan saksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
'Mama is My Hero' Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

"Mama is My Hero" Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

Megapolitan
Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Megapolitan
Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.796.842 Orang di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.796.842 Orang di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
20 Bulan Upah Tak Dibayar, Eks Pekerja Hotel Crowne Plaza Mengadu ke Anies

20 Bulan Upah Tak Dibayar, Eks Pekerja Hotel Crowne Plaza Mengadu ke Anies

Megapolitan
Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga akibat Hepatitis Akut Misterius...

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga akibat Hepatitis Akut Misterius...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.