Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lewat Jalur ERP Tanpa OBU, STNK Mobil Bisa Dicabut

Kompas.com - 30/09/2014, 19:20 WIB
Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Beragam sanksi mulai dirancang untuk menyongsong penerapan jalur jalan berbayar alias electronic road pricing (ERP). Sanksi terberat untuk pelanggaran ERP adalah pencabutan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Otoritas ERP bisa bekerja sama dengan Dinas Pajak untuk mencabut STNK-nya (pelanggar)," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar kepada Kompas.com, Selasa (30/9/2014).

Sanksi akan dijatuhkan bagi setiap mobil yang memasuki jalur ERP tanpa terpasang on board unit (OBU) yang bisa dibaca gerbang ERP. Pencabutan STNK tidak akan seketika diterapkan ketika pelanggaran terjadi pertama kali.

Akbar mengatakan, sanksi yang pertama kali dijatuhkan kepada pelanggar jalur ERP adalah sanksi denda. Namun, ujar dia, besaran denda itu belum diputuskan dan akan dirancang dalam nominal yang bisa membuat pelanggar jera.

Menurut Akbar, nominal denda itu dipastikan jauh melampaui tarif setiap kali melintasi jalur ERP. Bila telah berlaku penuh, tarif ERP diperkirakan di sekitar rentang Rp 30.000 sekali lewat. "Denda ini sanksi administrasi karena tidak memakai OBU dan akan dikategorikan sebagai retribusi," tambah Akbar.

Tarif ERP, imbuh Akbar, bersifat dinamis. Ketika jalur itu sepi, kata dia, tarif dimungkinkan menjadi lebih murah dan sebaliknya akan menjadi lebih mahal ketika jalan tersebut ramai, apalagi macet. Tujuan akhir kebijakan ini adalah mengurai kemacetan dan menyesuaikan jumlah kendaraan dengan lebar jalan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Penggelapan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Megapolitan
Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Nasib Nahas Warga di Depok, Ditusuk Tetangga Usai Menimpuk Anjing Peliharaan Pelaku dengan Batu

Megapolitan
Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Polisi Tangkap Peracik Sekaligus Pengedar Tembakau Sintetis di Depok

Megapolitan
Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Cara Pelukis Jalanan di Blok M Melepas Penat, Berpuisi Saat Hilang Inspirasi

Megapolitan
Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Rumah Subsidi Jokowi Jauh dan Minim Angkutan Umum, Penghuni Tak Pulang Setiap Hari

Megapolitan
Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Musisi Virgoun Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Beli Rubicon Saksi Bisu Penganiayaan oleh Mario Dandy, Pemenang Lelang: Semoga Lebih Berguna

Megapolitan
Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Motornya Dijual di Facebook, Korban Begal di Citayam Datangi Rumah Pelaku

Megapolitan
Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Remaja yang Dipukul Pakai Balok Hingga Tewas di Kalideres Sempat Dirawat di RS

Megapolitan
Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Eks Pengelola Akui Kesalahan karena Tak Pernah Laporkan Penjarahan di Rusun Marunda

Megapolitan
Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Gangguan Server PDN, Imigrasi Belum Bisa Layani Pembuatan Paspor Sehari Jadi

Megapolitan
Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Kejari Telah Serahkan Rubicon Mario Dandy kepada Pemenang Lelang

Megapolitan
Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Kajari Jaksel: Hasil Lelang Rubicon Mario Dandy Akan Diserahkan Seluruhnya untuk Korban

Megapolitan
Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan, Pemuda di Pondok Aren Dikeroyok Sampai Babak Belur

Megapolitan
Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Pariwisata Jakarta Terus Digenjot Guna Wujudkan Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com