Buruh Minta Jalan dari Bundaran HI Menuju Istana Ditutup

Kompas.com - 02/10/2014, 11:49 WIB
Sekitar 3.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2014). KOMPAS.COM/UNO KARTIKASekitar 3.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 5.000 buruh memenuhi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka meminta polisi agar menutup jalan sepanjang Bundaran HI menuju Istana Negara.

Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia tersendat. Beberapa pihak kepolisian terlihat berjaga mengamankan aksi unjuk rasa di Bundaran HI.

"Tolong kepada pihak kepolisian mengosongkan jalan dari Bundaran HI ke Istana Negara, hanya untuk hari ini saja, karena ini tentang upah, hanya 30 persen untuk kesejahteraan kita," teriak orator demonstran dari Konferedensi Serikat Buruh Indonesia (KSPI), Kamis (2/10/2014).

Ribuan buruh itu berkumpul di depan Hotel Grand Hyatt Indonesia untuk nantinya dipecah ke Gedung DPR Senayan, Istana Negara, Balaikota DKI, kantor Kemenakertrans dan Kementerian BUMN. Massa bergerak menuju Istana Negara pada pukul 11.00.

Dalam orasi, KSPI mengancam melakukan mogok nasional jika tuntutan mereka tidak ditanggapi oleh pemerintah. Buruh se-Jabodetabek yang tergabung dalam KSPI mulai berkumpul dan akan melakukan aksi ke beberapa pusat pemerintahan di Jakarta.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X