Kompas.com - 08/10/2014, 12:56 WIB
Vokal grup JKT 48 turut memeriahkan Jak-Japan Matsuri 2013, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (1/9/2013). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaVokal grup JKT 48 turut memeriahkan Jak-Japan Matsuri 2013, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (1/9/2013).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menggandeng grup musik JKT48 sebagai duta Enjoy Jakarta.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan alasan pemilihan JKT 48 menjadi duta adalah untuk menarik wisatawan domestik.

"Sebenarnya lebih untuk menarik wisatawan domestik datang ke Jakarta. Karena JKT 48 ini memiliki penggemar yang sangat banyak dan sosial media mereka sangat aktif ya, jadi kami branding Jakarta dari situ," kata Cucu, kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Cucu menjelaskan, Jepang menjadi negara nomor tiga terbesar yang mengirimkan wisatawannya ke Jakarta. Negara terbesar dengan wisatawan terbesar ke Jakarta adalah Malaysia dan disusul oleh Tiongkok.

Pada bulan Januari-Juli 2014 ini, total sudah ada 1,3 juta wisatawan Jepang yang berkunjung ke Jakarta. Jumlah itu mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebenarnya, lanjut dia, DKI memiliki kemudahan dan keuntungan dalam menarik wisatawan Jepang ke Jakarta. Sebab sebelumnya DKI telah menjalin sister city bersama Tokyo, Jepang.

"Di Jepang kan juga ada grup musik AKB 48 seperti JKT 48. Nah peran JKT 48 di sini seperti PR (public relations atau humas) mempromosikan Jakarta ke generasi muda, siapa tahu AKB 48 menggelar konsernya di sini (Jakarta)," kata mantan Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Kehumasan DKI itu.

Nantinya, JKT 48 akan dilibatkan dalam serangkaian kegiatan promosi di dalam dan luar negeri. Mereka juga akan tampil di beberapa acara Disparbud DKI, seperti Jakarta Tourism Expo serta Roadzhow Jakarta ke sejumlah negara termasuk promosi pariwisata di Tokyo.

Penandantangan kesepakatan bersama (MoU) itu di kantor Disparbud DKI Jakarta bersama manajemen JKT 48, Dentsu Aegis Network, Selasa (7/10/2014) kemarin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Megapolitan
Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Megapolitan
Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Megapolitan
Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Megapolitan
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Megapolitan
Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Megapolitan
Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Megapolitan
Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Megapolitan
Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X