Kompas.com - 08/10/2014, 16:47 WIB
Zainal Abidin dan Syahrial, dua terdakwa dugaan kasus kejahatan seksual di JIS saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubZainal Abidin dan Syahrial, dua terdakwa dugaan kasus kejahatan seksual di JIS saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com —Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, menyatakan keberatannya melihat AK dan AL, korban dalam kasus JIS, dihadirkan dalam persidangan. Menanggapi hal ini, Patra M Zen, pengacara terdakwa Agun dan Awan, mengaku itu bukan permintaan dari mereka.
 
"Ini hukum acara yang mengharuskan AK dan AL datang. Ada kok di BAP," kata Patra, seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2014). Hanya saja, kesaksian mereka tidak di bawah sumpah. 
 
Dalam sidang tertutup itu, AK diberi waktu bercerita terlebih dulu, baru kemudian AL. Patra menceritakan, jaksa dan pengacara juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada keduanya. Hanya saja, sidang yang berjalan lebih dari dua jam ini menyebabkan AK lelah. 
 
AK digendong ayahnya yang berkebangsaan Belanda keluar dari ruang sidang menuju ke ruang rapat di lantai dua. AK tertidur lelap dalam gendongan ayahnya. Sang ayah juga menutup muka anaknya rapat-rapat agar tak tertangkap kamera para wartawan. 
 
Menurut Patra, karena AK sudah lelah, akhirnya sidang dengan agenda mendengarkan kesaksian korban pun ditunda. "Nanti sidangnya dilanjutkan dengan teleconference pekan depan," ujarnya. 
 
Namun, sidang dengan telekonferensi ini dinilai tak adil oleh Patra. Hal ini disebabkan sidang ini sudah dimulai lewat sidang bertatapan muka. "Kalau memang mau teleconference kenapa enggak dari awal saja?" ucapnya. 
 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Megapolitan
Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Megapolitan
Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X