Sea World Akui Pernah Ajukan Penurunan Royalti ke Ancol

Kompas.com - 09/10/2014, 08:25 WIB
Salah satu pengunjung Sea World, Ludwig merefund tiket di Sea World. Ia tak dapat mengunjungi tempat rekreasi itu karena penutupan. Jumat (3/10/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusSalah satu pengunjung Sea World, Ludwig merefund tiket di Sea World. Ia tak dapat mengunjungi tempat rekreasi itu karena penutupan. Jumat (3/10/2014).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sea World Indonesia mengakui pernah mengajukan penurunan royalti kepada PT Pembangunan Jaya Ancol dari 5 persen menjadi 3 persen. President Director PT Sea World Indonesia Yongki E Salim mengatakan, pengajuan penurunan royalti ini pernah disampaikan melalui surat tiga tahun lalu, sebelum masa kontrak kerja sama berakhir Juni 2014 kemarin.

"Jadi tiga tahun sebelum kerja sama ini berakhir kami sudah memulai, bahwa 5 persen menjadi 3 persen itu memang kami nyatakan dalam surat," kata Yongki, di Gedung Sea World, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (8/10/2014).

Yongki kembali menjelaskan, 3 persen royalti yang hendak diberikan kepada Ancol, akan diganti dalam bentuk berbeda.

"Yang kami nyatakan tadi kami akan melakukan pengembangan Sea World ini sehingga lebih proaktif dengan demikian ruang lebih besar, dan otomatis pengunjung lebih banyak sehingga pendapatan lebih besar," ujar Yongki.

Namun, ia enggan memastikan apakah setelah sengketa ini terjadi, penurunan royalti tersebut akan tetap diajukan oleh Sea World.

"Saya enggak mau mendahului negosiasi. Tapi kami akan bicara tentang suatu keseimbangan bersama. Apapun yang kami lakukan, kami akan menginvestasikan," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X