Pengacara: Pembunuh Sebenarnya Taruna STIP Handoko Masih Berkeliaran

Kompas.com - 09/10/2014, 16:03 WIB
Rekonstruksi penganiayaan mahasiswa STIP di rumah kos salah tersangka di Jakarta Utara, Selasa (6/5/2014). KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariRekonstruksi penganiayaan mahasiswa STIP di rumah kos salah tersangka di Jakarta Utara, Selasa (6/5/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara tiga terpidana kasus penganiayaan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) meyakini tiga kliennya bukan pelaku utama yang bertanggung jawab atas kematian Dimas Dikita Handoko. Pihak kuasa hukum merasa, pelaku sebenarnya tidak pernah dihadirkan dalam proses hukum.

Pengacara ketiga terdakwa, Ketut Sudiarso, meyakini, pelaku utama pembunuhan Handoko masih menghirup 'udara bebas'. "Pembunuh yang sebenarnya itu sampai sekarang tidak diangkat. Masih berkeliaran," kata Ketut, seusai jalannya sidang vonis terhadap tiga kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (9/10/2014).

Dia mengakui bahwa ketiga kliennya melakukan penganiayaan terhadap Handoko. Namun, penganiayaan itu dilakukan dengan cara memukul perut korban. Hal ini, kata dia, berbeda dengan hasil visum yang menyatakan penyebab kematian korban, yakni luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala.

"Yang paling tidak masuk akal, visum tidak pernah diungkap di pengadilan. Padahal visum dengan jelas mengatakan, matinya korban akibat dari terbentur benda tumpul di kepala, yang menyebabkan pendarahan di otak," ujar Ketut.


Ketut menilai, hal itu tidak pernah dipertimbangkan hakim dalam persidangan. Fakta persidangan, lanjutnya, tidak menunjukan kliennya sebagai penyebab kematian Handoko.

Selain itu, ia mengatakan, seharusnya ada delapan orang yang diadili dalam kasus ini. Tetapi, satu orang di antaranya, tidak masuk dalam proses hukum. "Itu karena kelemahan penyidikan saja, enggak menyeluruh," ujarnya.

Sebelumnya, tiga terdakwa penganiaya Dimas Dikita Handoko, divonis empat tahun penjara. Majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, menyatakan, ketiganya terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
Usai Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Beroperasi Normal

Usai Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Beroperasi Normal

Megapolitan
Jokowi Disebut Tak Bisa Hadir, Relawan di Taman Pandang Istana Membubarkan Diri

Jokowi Disebut Tak Bisa Hadir, Relawan di Taman Pandang Istana Membubarkan Diri

Megapolitan
Eggi Sudjana Sering Jadi Pelanggan Jasa Pijat Tersangka Perakit Bom

Eggi Sudjana Sering Jadi Pelanggan Jasa Pijat Tersangka Perakit Bom

Megapolitan
Pengacara: Eggi Sudjana Ditangkap untuk Diklarifikasi sebagai Saksi Kasus Perakit Bom

Pengacara: Eggi Sudjana Ditangkap untuk Diklarifikasi sebagai Saksi Kasus Perakit Bom

Megapolitan
Polisi Geledah Rumah Eggi Sudjana, Ponselnya Diambil Jadi Barang Bukti

Polisi Geledah Rumah Eggi Sudjana, Ponselnya Diambil Jadi Barang Bukti

Megapolitan
Sedang Dalam Penangguhan Penahanan, Eggi Sudjana Kembali Ditangkap Polisi

Sedang Dalam Penangguhan Penahanan, Eggi Sudjana Kembali Ditangkap Polisi

Megapolitan
Relawan Jokowi-Ma'ruf Bubar, Sampah Berserakan di Kawasan Monas

Relawan Jokowi-Ma'ruf Bubar, Sampah Berserakan di Kawasan Monas

Megapolitan
BERITA FOTO: Parade Budaya Nusantara Meriahkan Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

BERITA FOTO: Parade Budaya Nusantara Meriahkan Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Berita Foto
Datang ke DPR dan Mengaku Presiden Terpilih, Pria Ini Diamankan Polisi

Datang ke DPR dan Mengaku Presiden Terpilih, Pria Ini Diamankan Polisi

Megapolitan
Reaksi Relawan yang Nobar di Monas Saat Dengar Jokowi Sebut Prabowo Sahabat Baik

Reaksi Relawan yang Nobar di Monas Saat Dengar Jokowi Sebut Prabowo Sahabat Baik

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik, Relawan Bertepuk Tangan dan Bersorak Sorai

Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik, Relawan Bertepuk Tangan dan Bersorak Sorai

Megapolitan
Cerita Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi untuk Relawan Jokowi-Ma'ruf di Monas

Cerita Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi untuk Relawan Jokowi-Ma'ruf di Monas

Megapolitan
Ini Harapan Dokter di Indonesia untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Ini Harapan Dokter di Indonesia untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X