Seto: Korban Pencabulan di JIS Alami Trauma karena Tindakan Asusila

Kompas.com - 13/10/2014, 15:00 WIB
Psikolog dan pemerhati anak Seto Mulyadi hadir di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/5/2013). Kedatangan Seto yang akrab disapa Kak Seto ini, "untuk urusan kerja" jawab Kak Seto, selain itu juga dalam rangka memberikan bantuan konsultasi kepada tahanan KPK mengenai putra-putri mereka yang ditinggal ditinggal di rumah karena para orangtua mereka harus menghadapi proses hukum.
KOMPAS/ALIF ICHWANPsikolog dan pemerhati anak Seto Mulyadi hadir di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/5/2013). Kedatangan Seto yang akrab disapa Kak Seto ini, "untuk urusan kerja" jawab Kak Seto, selain itu juga dalam rangka memberikan bantuan konsultasi kepada tahanan KPK mengenai putra-putri mereka yang ditinggal ditinggal di rumah karena para orangtua mereka harus menghadapi proses hukum.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Seto Mulyadi, pemerhati dan psikolog anak, yakin AK, korban kekerasan seksual di Jakarta Internasional School (JIS), benar-benar mengalami trauma psikologis.
 
"Iya saya menyimpulkan bahwa memang kasus itu (kekerasan seksual) ada dan terjadi. Anak trauma itu bukan rekayasa," ujar Seto seusai menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/10/2014).
 
Kesimpulan ini diperolehnya dari dari gerak-gerik dan ekspresi wajah AK selama 3-4 kali pertemuan untuk terapi yang dilakukannya.

Tanda-tanda AK yang diindikasikan trauma, antara lain, keengganan MAK memakai celana dalam, sering melamun dan tercenung setiap kali diberi pertanyaan menjurus, gugup, dan minta terus ditemani.
 
"Ini indikasi kalau anak punya pengalaman traumatik yang dahsyat," ujar Seto yang menggunakan kemeja batik coklat dengan celana panjang hitam ini.
 
Sekalipun membenarkan bahwa anak mengalami trauma akibat perbuatan tersebut, ia menegaskan bahwa hal ini tidak menyimpulkan atau mengarah kepada siapa pelakunya.
 
"Anak trauma itu benar, tapi kalau pelakunya siapa saya tidak tahu karena pembahasan kami dalam sesi terapi belum sampai ke situ," papar Seto.

"Mungkin butuh terapi sampai 15-20 kali," lanjut dia.
 
Ketika disinggung bahwa AK sendirilah yang menunjuk pelakunya lewat foto-foto, Seto mengaku tak bisa memberi kesimpulan. "Saya tidak bisa menyimpulkan karena saya tidak melihat ekspresinya saat menunjuk foto itu," ujarnya.
 
Seto hadir di pengadilan sebagai saksi untuk kasus kekerasan seksual yang terjadi di JIS. Namun, ia mengatakan bahwa kehadirannya adalah sebagai saksi fakta dan sesekali sebagai saksi ahli. Sidang untuk mendengarkan kesaksian Seto ini digelar tertutup dan berlangsung selama sekitar 1,5 jam.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Vaksinasi Covid-19 Pfizer untuk Warga Non-DKI di Jakarta

Lokasi Vaksinasi Covid-19 Pfizer untuk Warga Non-DKI di Jakarta

Megapolitan
Tersangka Korupsi di Damkar Depok Tinggal Tunggu Waktu

Tersangka Korupsi di Damkar Depok Tinggal Tunggu Waktu

Megapolitan
Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Megapolitan
Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Megapolitan
Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Megapolitan
Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Megapolitan
Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Megapolitan
Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Megapolitan
TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

Megapolitan
Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Megapolitan
Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Megapolitan
Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.