Isu Polisi Provokasi Demo FPI, Ini Kata Wakapolda Metro Jaya

Kompas.com - 14/10/2014, 15:26 WIB
Polisi menghadapi massa Front Pembela Islam (FPI) yang melemparkan batu ke arah Gedung DPRD DKI Jakarta saat terjadi kerusuhan menyusul aksi unjuk rasa FPI, Jumat (3/10/2014). Massa FPI berdemo menolak Ahok diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta. WARTA KOTA / HENRY LOPULALANPolisi menghadapi massa Front Pembela Islam (FPI) yang melemparkan batu ke arah Gedung DPRD DKI Jakarta saat terjadi kerusuhan menyusul aksi unjuk rasa FPI, Jumat (3/10/2014). Massa FPI berdemo menolak Ahok diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal (Pol) Sudjarno menolak berkomentar soal kabar bahwa kerusuhan dalam demonstrasi Front Pembela Islam (FPI) di depan Gedung DPRD DKI beberapa waktu lalu dipicu provokasi dari anggota kepolisian.

"Saya enggak komen itu, terserah mereka," kata Sudjarno seusai ditemui pada acara di Eco Park, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2014).

Sudjarno hanya menegaskan, pihaknya sudah menyidik hal tersebut. Namun, ia tak mengungkap hasil penyidikannya.

Sementara itu, FPI juga disebut-sebut membentuk kelompok investigasi bernama "Tim 9". Tim ini dimaksudkan memeriksa dugaan penganiayaan anggota polisi terhadap anggota FPI.

Ditanya soal itu, Sudjarno hanya berkomentar singkat. "Ya itu (kata) mereka. Silakan saja," ujar Wakapolda.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, dua anggota FPI telah ditahan atas insiden kerusuhan itu, yakni Novel Bamukmin dan seorang lain berinisial S.

"Tersangka lainnya belum ada. Baru dua itu, N dan S. Berkasnya akan segera kami limpahkan," ujar Heru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam aksi unjuk rasa pada 3 Oktober 2014, FPI terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Beberapa anggota FPI ditangkap. Sejumlah barang bukti, seperti pedang, kotoran hewan, dan batu, disita dari beberapa anggota ormas ini. Dalam kerusuhan tersebut, sejumlah anggota kepolisian terluka.

Unjuk rasa ditujukan untuk menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur DKI, menggantikan Joko Widodo, yang terpilih menjadi presiden.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Desak SK Penetapan UMP Jakarta 2022 Dicabut, Anies Jawab Begini

Buruh Desak SK Penetapan UMP Jakarta 2022 Dicabut, Anies Jawab Begini

Megapolitan
Kondisi Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Membaik

Kondisi Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Membaik

Megapolitan
Telanjur Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta, WNA dari 11 Negara Ini Akan Dideportasi

Telanjur Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta, WNA dari 11 Negara Ini Akan Dideportasi

Megapolitan
Saat Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Mercy Hendak Berangkat Kerja, Lupa Sudah Pensiun

Saat Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Mercy Hendak Berangkat Kerja, Lupa Sudah Pensiun

Megapolitan
Kepada Massa Buruh, Anies Mengaku Terpaksa Tetapkan UMP DKI 2022 Naik Hanya Rp 37.749

Kepada Massa Buruh, Anies Mengaku Terpaksa Tetapkan UMP DKI 2022 Naik Hanya Rp 37.749

Megapolitan
1.240 CPNS Seleksi Kompetensi Bidang di Jakarta Selatan

1.240 CPNS Seleksi Kompetensi Bidang di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berencana Berlakukan SIKM Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemkot Bekasi Berencana Berlakukan SIKM Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Soal Interpelasi Formula E, Anies: Kami Lihat Prosesnya ke Depan seperti Apa

Soal Interpelasi Formula E, Anies: Kami Lihat Prosesnya ke Depan seperti Apa

Megapolitan
Panitia Formula E Akan Bersurat ke KPK, Minta Pendampingan dan Pengawasan

Panitia Formula E Akan Bersurat ke KPK, Minta Pendampingan dan Pengawasan

Megapolitan
Polisi Siapkan Gelar Perkara untuk Tetapkan Status Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR

Polisi Siapkan Gelar Perkara untuk Tetapkan Status Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR

Megapolitan
Anies Tunjuk Ahmad Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ini Alasannya

Anies Tunjuk Ahmad Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ini Alasannya

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Soekarno-Hatta Tutup Akses Masuk WNA dari 11 Negara atau Pernah ke 11 Negara Itu

Mulai Hari Ini, Soekarno-Hatta Tutup Akses Masuk WNA dari 11 Negara atau Pernah ke 11 Negara Itu

Megapolitan
Temui Pedemo, Anies Setuju dengan Serikat Pekerja: Kenaikan UMP 2022 Terlalu Kecil

Temui Pedemo, Anies Setuju dengan Serikat Pekerja: Kenaikan UMP 2022 Terlalu Kecil

Megapolitan
Demo Batalkan UMP DKI 2022 di Balai Kota, Buruh Bawa Keranda dan Kibarkan Bendera Kuning

Demo Batalkan UMP DKI 2022 di Balai Kota, Buruh Bawa Keranda dan Kibarkan Bendera Kuning

Megapolitan
Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Batal Diperiksa Polisi karena Kondisinya Masih Drop

Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Batal Diperiksa Polisi karena Kondisinya Masih Drop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.