Kompas.com - 15/10/2014, 15:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencoba perlengkapan Satpol PP, seperti helm dan tameng di Selasar Balaikota, Rabu (8/10/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencoba perlengkapan Satpol PP, seperti helm dan tameng di Selasar Balaikota, Rabu (8/10/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak henti-hentinya menerima penolakan dari beberapa pihak, seperti Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Forum Betawi Rempug (FBR).

Bahkan, FPI bertekad untuk melakukan aksi unjuk rasa setiap hari Jumat dan bakal menggelar aksi dengan jumlah massa yang fantastis. Ternyata aksi penolakan ini telah terdengar ke telinga ibunda Ahok, Buniarti Ningsih.

"Ibu saya telepon, jangan ciut ya semangatnya. Kata ibu saya, nyali kamu (Ahok) harus tetap di dada, jangan ciut," kata Ahok saat memberi pengarahan kepada PD Pasar Jaya, di Balaikota, Rabu (15/10/2014).

Ahok mengaku, lebih sering didemo, ia merasa makin sehat. Sebab, ia semakin rajin untuk berlatih otot untuk mengantisipasi semua hal terburuk yang bisa terjadi.

"Saya sudah siap tanding karena makin rajin latihan dengan baik. Kalau perlu, saya tantang mereka (pendemo) untuk tanding dan masuk ke ruang kerja saya," kata Ahok berkelakar.

Menanggapi rencana aksi besar-besaran FPI pada 10 November mendatang, Ahok mengatakan, berunjuk rasa adalah hak setiap warga negara. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi, kata Ahok.

Dia mengaku santai jika pimpinan FPI pada akhirnya mengajak personel luar Jakarta untuk dapat menghambat pelantikannya menjadi Gubernur DKI. "Tapi kalau sampai aksinya anarkistis ya ada protap (prosedur tetap)-nya," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.