Kompas.com - 18/10/2014, 09:35 WIB
Pak ogah beroperasi di putaran balik dekat halte transjakarta Pangeran Jayakarta, Selasa (2/9/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPak ogah beroperasi di putaran balik dekat halte transjakarta Pangeran Jayakarta, Selasa (2/9/2014).
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Lantaran dianggap meresahkan warga, sebanyak 16 preman yang biasa menjadi "pak ogah" atau "polisi cepek" dan juru parkir liar ditangkap polisi. Mereka ditangkap oleh petugas Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Jumat (17/10/2014) malam.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Pol Herry Heryawan mengatakan, preman itu diamankan dari Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

"Operasi ini rutin dilakukan untuk mengoptimalkan "Kring Serse", termasuk sesuai atensi Pak Kapolda untuk memberantas premanisme," kata Herry, Sabtu (18/10/2014).

Menurut Herry, preman-preman itu kerap berulah dengan meminta uang kepada masyarakat yang berlalu lintas ataupun yang memarkirkan kendaraannya dengan cara memaksa.

"Operasi dilakukan menyisir di kawasan Koja, Cakung-Cilincing, dan Plumpang, Jakarta Utara, serta di Daan Mogot dan Jalan Jelambar, Jakarta Barat," ucap Herry.

Untuk "Kring Serse" Jakarta Utara yang dilakukan Unit IV Subdit Jatanras berhasil menangkap enam orang preman, yaitu Tasman (27), Yuana Medianto (40), Hendrik Setyawan (21), Yanto (52), Imam (36), dan Aprizal (31).

Sementara itu, "Kring Serse" wilayah Jakarta Barat yang dilakukan Unit II Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 10 preman, yaitu Yohanes Ton, Yeterselef Kapitan, Syarif Hidayat, Hadi Priyadi, Bambang, Sandi Lesmana, Agus Julianto, Masdar Wijaya, Angga Ahmad Aliyudin, dan Andi Suprayitno. (Theresia Felisiani)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.