Mereka Meraup Untung di Bundaran HI

Kompas.com - 20/10/2014, 14:32 WIB
Ahmad (64), salah seorang penjual air mineral saat menjajakan barang dagangannya di Bundaran HI, bersamaan dengan digelarnya kirab budaya, Senin (20/10/2014). Kompas.com/Alsadad RudiAhmad (64), salah seorang penjual air mineral saat menjajakan barang dagangannya di Bundaran HI, bersamaan dengan digelarnya kirab budaya, Senin (20/10/2014).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Ahmad (64), salah seorang pedagang air mineral, mengaku telah menjual 10 kotak air mineral selama penyelenggaraan kirab budaya di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Cuaca panas ditambah padatnya warga yang memadati kawasan tersebut membuat dagangan Ahmad laris manis meskipun ia membanderol barang dagangannya Rp 5.000 per botol.

Harga air mineral yang dijual Ahmad sebenarnya tergolong mahal bila dibandingkan harga air mineral sejenis yang di minimarket bisa dibeli dengan harga Rp 3.000.

"Sampai siang ini sudah habis 10 kardus. Satu botolnya Rp 5.000. Pokoknya hari ini untung dah," ujar warga yang mengaku tinggal di Grogol, Jakarta Barat, itu.

Ahmad menuturkan, terkadang banyak pembeli yang mengeluhkan harga air mineral yang ia jual. Namun, ia mengaku menjual air melebihi harga normal hanya pada saat perhelatan acara-acara besar.

"Hanya pas acara-acara gini aja jualnya mahal. Acara kayak begini kan cuma sesekali. Kalau enggak ada (acara) apa-apa tetap jual Rp 3.000," ujar dia.

Pantauan Kompas.com, beberapa konsumen Ahmad sempat menawar saat hendak akan membeli air mineralnya. Namun, Ahmad tak menuruti permintaan tersebut. Meski penawaran ditolak, para konsumen Ahmad akhirnya tetap saja membeli air mineral dengan harga yang telah ia tentukan itu.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X