Jantung Berdebar, Kepanasan, dan Kaki Pegal demi Melihat Jokowi-JK

Kompas.com - 20/10/2014, 20:16 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menaiki kereta kuda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menaiki kereta kuda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
EditorDesy Afrianti

Sayangnya, ia tak sempat berjabat tangan lantaran ramainya massa. Namun, ia sempat berfoto di depan Mercedes Benz berpelat merah RI 1 yang tidak lain adalah mobil resmi kepresidenan. Foto itu lalu ia unggah di akun Path-nya dengan tagar #noraklevelpestarakyat.

Meski jam kerjanya sempat "terinterupsi", Lidia mengatakan bahwa atasannya tidak keberatan. Melihat banyak warga yang begitu antusias menyambut presiden baru, ia berharap, Jokowi dan JK dapat memberi harapan baru dan tidak mengecewakan rakyat.

Perasaan bahagia turut dirasakan Rachel Kaloh (27) yang datang dari kantornya di kawasan Kuningan. Bersama enam rekan kerjanya, mereka menumpang mobil kantor, dan tiba di dekat Bundaran HI sebelum pukul 11.00.

"Sebelumnya, kami memang tidak berencana datang. Setelah menonton Jokowi berpidato di MPR, kami spontan berniat pergi ke sini," ucap Rachel.

Jantung berdebar, kepanasan, dan kaki pegal. Rachel mendeskripsikan kondisinya saat itu. "And it's worth it. Akhirnya melihat Jokowi dan JK dengan mata kepala sendiri. Terharu. He-he-he," kata Rachel, yang belum pernah melihat Jokowi dan JK secara langsung.

Sama seperti Lidia, Rachel datang khusus untuk melihat pemimpin negara mereka yang baru, bukan karena kuliner gratisan. "Tadinya mau nyoba kuliner gratis. Cuma, kejauhan," kata Rachel. (Daniel Ngantung)

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi PAN Ini Pasang Wifi Gratis untuk Belajar Online di 7 Titik di Jakbar

Politisi PAN Ini Pasang Wifi Gratis untuk Belajar Online di 7 Titik di Jakbar

Megapolitan
Diduga Sebar Kebohongan Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebar Kebohongan Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Pemprov Jakarta Sebut Ganjil Genap Diterapkan untuk Paksa Warga Tetap di Rumah

Pemprov Jakarta Sebut Ganjil Genap Diterapkan untuk Paksa Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Bertambah 1, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Genap 600

UPDATE 3 Agustus: Bertambah 1, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Genap 600

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Bertambah 24, Kini Ada 572 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 3 Agustus: Bertambah 24, Kini Ada 572 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Sita 131 Kg Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah di Jakarta Selatan

Sita 131 Kg Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah di Jakarta Selatan

Megapolitan
Calon Pendamping Mohammad Idris di Pilkada 2020 Incar Swasta untuk Bangun Depok

Calon Pendamping Mohammad Idris di Pilkada 2020 Incar Swasta untuk Bangun Depok

Megapolitan
Polisi: 3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM dengan Obeng Belajar Melalui Media Sosial

Polisi: 3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM dengan Obeng Belajar Melalui Media Sosial

Megapolitan
3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Polisi, Diduga Sudah Beraksi 9 Kali

3 Pencuri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Polisi, Diduga Sudah Beraksi 9 Kali

Megapolitan
Dampingi Mohammad Idris di Pilkada 2020, IBH Ingin Pikat Pemilih 'Asli Depok dan Jawa'

Dampingi Mohammad Idris di Pilkada 2020, IBH Ingin Pikat Pemilih "Asli Depok dan Jawa"

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya: Peredaran Narkoba saat Pandemi Covid-19 Cukup Tinggi

Kapolda Metro Jaya: Peredaran Narkoba saat Pandemi Covid-19 Cukup Tinggi

Megapolitan
Polisi Sebut Wilayah Pondok Gede dan Jatiasih Rawan Tawuran di Bekasi

Polisi Sebut Wilayah Pondok Gede dan Jatiasih Rawan Tawuran di Bekasi

Megapolitan
Imam Budi Hartono Klaim Sudah Disetujui Partai untuk Dampingi Idris di Pilkada Depok

Imam Budi Hartono Klaim Sudah Disetujui Partai untuk Dampingi Idris di Pilkada Depok

Megapolitan
Kali Jaletreng Tercemar karena Pembuangan Limbah, Dinas LH Tangsel Kecolongan

Kali Jaletreng Tercemar karena Pembuangan Limbah, Dinas LH Tangsel Kecolongan

Megapolitan
Polda Metro Ungkap 2.894 Kasus Narkotika Sepanjang Januari-Agustus 2020

Polda Metro Ungkap 2.894 Kasus Narkotika Sepanjang Januari-Agustus 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X