Litbang Kompas: Publik Jakarta Yakin Jokowi Tetap Akan Bantu Atasi Masalah Jakarta

Kompas.com - 21/10/2014, 07:21 WIB
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato seusai pelantikannya bersama Wapres Jusuf Kalla di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Joko Widodo - Jusuf Kalla resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2014 - 2019. WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN Henry LopulalanPresiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato seusai pelantikannya bersama Wapres Jusuf Kalla di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Joko Widodo - Jusuf Kalla resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2014 - 2019. WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Litbang Kompas mendapati optimisme warga Jakarta menguat setelah mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Harapan kuat atas pembenahan Jakarta pun tetap kuat saat kepemimpinan di provinsi ini beralih kepada Basuki Tjahaja Purnama.

Enam dari 10 responden survei meyakini bahwa masalah Jakarta akan lebih cepat selesai setelah Jokowi menjadi Presiden. Selama ini, menurut Basuki, pusat kurang memperhatikan persoalan Ibu Kota (Kompas, 18 Maret 2014).

Keyakinan publik dan koordinasi dengan pemerintah pusat yang lebih baik harus menjadi pendorong Pemprov DKI untuk memperbaiki kekurangan, terutama di sektor transportasi dan ekonomi.

Kemacetan masih saja terjadi. Angkutan umum juga masih terseok-seok melayani mobilitas warga Jakarta. Rencana pembangunan enam ruas tol dalam kota juga masih menimbulkan kontroversi.


Sebenarnya mayoritas kebijakan transportasi sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Jakarta (RPJM) 2012-2017 sudah dijalankan. Peremajaan armada bus sedang, penataan parkir, dan pembenahan bus transjakarta, misalnya, belum maksimal.

Problem ekonomi juga harus dicermati Pemprov DKI mengingat kepuasan warga Jakarta dalam sektor ini terendah dibandingkan dengan 10 bidang lain.

Meski permasalahan ekonomi dipengaruhi situasi ekonomi nasional, dukungan terhadap keberadaan ekonomi informal kota dan peningkatan ketahanan pangan kota yang tercatat dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Jakarta harus terlaksana.

Litbang Kompas telah tiga kali memantau kinerja pemerintahan Jokowi-Basuki di DKI Jakarta melalui survei pendapat masyarakat. Penilaian 100 hari dan setahun setelah pelantikan yang lalu menggunakan survei tatap muka. Kedua survei ini menunjukkan apresiasi positif dari warga Ibu Kota terhadap gerakan pembenahan.

CATATAN:
Tulisan ini merupakan cuplikan dari tulisan utuh di Harian Kompas edisi Senin (20/10/2014) berjudul Optimisme ”Jakarta Baru” Berlanjut di Pemerintahan Basuki karya Puteri Rosalina dan Susanti Agustina S dari Litbang Kompas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KOMPAS
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X