Taman di Jakarta Selatan, dari Tempat Tinggal sampai Tempat Sampah

Kompas.com - 23/10/2014, 18:50 WIB
Warga menikmati suasana sore hari dengan bercengkrama di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2012). Taman yang asri dengan air mancur dan taman yang terawat tersebut selalau ramai menjadi tempat berkumpul para remaja di sore hari. KOMPAS/LASTI KURNIAWarga menikmati suasana sore hari dengan bercengkrama di Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2012). Taman yang asri dengan air mancur dan taman yang terawat tersebut selalau ramai menjadi tempat berkumpul para remaja di sore hari.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Taman Ayodya, Taman Barito, dan Taman Sepeda Melawai adalah beberapa taman di Jakarta Selatan yang sering terdengar namanya dan ramai dikunjungi warga. Sebenarnya, ada sekitar 350 taman yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Selatan.

Sayangnya, tak semua taman itu mendapat perhatian yang sama. "Ada taman yang dijadikan tempat sampah, itu Taman Sanjaya, Kebayoran Baru. Ada taman yang dijadikan tempat tinggal pemulung, seperti Taman Honda di Tebet Timur," kata Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan Marfu'ah saat ditemui di kantornya, Kamis (23/10/2014).

Rabu (22/10/2014), Pemkot Jakarta Selatan membongkar 280 bangunan liar yang berdiri di dalam Taman Honda. Sebanyak 350 anggota satpol PP dan 100 personel gabungan dikerahkan untuk menertibkan para pemulung yang tinggal dalam bangunan liar di taman.

"Kemarin itu yang ditertibkan memang pemulung dan jelas-jelas tinggal di dalam pagar taman," kata Marfu'ah.


Tahun depan, dengan anggaran 2015 yang senilai Rp 19 miliar, Marfu'ah ingin menata taman-taman yang ada di Jakarta Selatan sehingga penampilannya tidak timpang.

"Rapi, bersih, itu dulu deh. Kalau kita pusatkan ke satu-dua taman, terus yang lainnya enggak keurus, enggak bagus deh. Me-manage anggaran itu yang penting," kata Marfu'ah.

Taman-taman itu, kata Marfu'ah, akan direvitalisasi sesuai dengan mayoritas kelompok penduduk yang tinggal di sekitar taman tersebut. "Kita lihat masyarakat di sekitar itu, apa nih yang banyak? Anak-anak, warga lansia, atau anak muda? Kalau anak muda, dipasangi Wi-Fi dan bangku-bangku untuk diskusi. Kalau anak-anak, dibuat taman bermain," kata Marfu'ah.

Dari 350 taman yang ada di Jakarta Selatan, jumlah paling banyak terdapat di Kecamatan Kebayoran Baru. Sementara itu, Mampang Prapatan dan Pancoran menjadi wilayah dengan jumlah taman paling sedikit.

Jumlah taman itu, sebut Marfu'ah, belum termasuk yang dikelola langsung oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Salah satu taman yang dikelola Dinas Pertamanan dan Pemakaman adalah Taman Honda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Megapolitan
Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Megapolitan
Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X