Tak Seperti Jokowi, Ahok Bakal Kurangi Kegiatan di Monas

Kompas.com - 28/10/2014, 14:52 WIB
Para pengunjung syukuran rakyat di Monas, terlihat menaiki atap salah satu toilet umum, Senin (20/10/2014). Sekalipun sudah ditegur petugas mereka tetap nekat. Kompas.com/Robertus BelarminusPara pengunjung syukuran rakyat di Monas, terlihat menaiki atap salah satu toilet umum, Senin (20/10/2014). Sekalipun sudah ditegur petugas mereka tetap nekat.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah pemerintahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal mengurangi kegiatan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kebijakan ini berbeda dengan kebijakan Pemprov DKI di bawah pemerintahan Joko Widodo.

Saat itu, Jokowi kerap menyelenggarakan pesta rakyat di Monas. Mulai dari Jakarta International Performing Art (JIPA), Final Abang None, Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) atau PRJ Monas, Jakarta Religious Night Festival, dan lainnya.

"Kami memang akan mengurangi kegiatan tahun depan di Monas. Kegiatan macam-macam sampai malam dan bisa bikin orang ramai, akan kami kurangi," kata Basuki, di Balaikota, Selasa (28/10/2014).

Basuki beralasan, Unit Pengelola (UP) Monas belum siap menangani acara yang berpotensi menarik banyak massa. Pengurangan kegiatan akan dimulai tahin depan.


Dalam merealisasi kebijakan itu, Basuki menjamin tidak akan pandang bulu. Apabila seluruh kelengkapan UP Monas telah siap, tidak menutup kemungkinan, warga kembali dapat menyelenggarakan acara di Monas.

"Kalau kami bisa meng-handle dengan baik, kami janji pengunjung yang masuk ke Monas juga harus disiplin, mereka harus sama-sama tenggang rasa dan saling mengerti," kata Basuki.

Salah satu yang menjadi kesulitan UP Monas ketika adanya acara adalah banyaknya pedagang kaki lima. Banyak pengunjung mengeluhkan maraknya PKL itu mengganggu kenyamanan warga. Terlebih setelah acara berlangsung, banyak sampah yang ditinggalkan tanpa tanggung jawab.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Megapolitan
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X