Ahok: BKSP Jabodetabekpunjur "Bubarin" Saja

Kompas.com - 28/10/2014, 18:35 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai mengadakan pertemuan di Balaikota Jakarta, Selasa (28/10/2014) Alsadad RudiPlt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai mengadakan pertemuan di Balaikota Jakarta, Selasa (28/10/2014)
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat forum Badan Kerja Sama Provinsi Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Puncak dan Cianjur (BKSP Jabodetabekpunjur) untuk dibubarkan saja.

Menurut dia, forum itu tidak efektif dalam mengatasi permasalahan antarkota mitra.
"Itu (BKSP Jabodetabekpunjur) bubarin saja," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balaikota, Selasa (28/10/2014).

Seharusnya, lanjut dia, forum itu berperan optimal dalam mengatasi permasalahan transportasi, banjir, tata ruang, serta ketenagakerjaan di kawasan Jabodetabekpunjur.

Menurut dia, yang lebih efektif adalah pertemuan antar-kepala daerah dan saling menyampaikan permasalahan di kotanya masing-masing.

Nantinya, Pemprov DKI, sebagai kota yang paling besar penduduk serta anggarannya, membantu kota mitra lain dengan bantuan keuangan, seperti yang Ahok lakukan beberapa waktu lalu di Wisma Antara, Jakarta Pusat.

Saat itu, Basuki sebagai tuan rumah mengundang Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Wali Kota Depok Nur Mahmudi, dan kepala daerah kota mitra lain.

Pada APBD DKI 2015, Pemprov DKI bakal memberikan Rp 250 miliar kepada Pemkot Bekasi. Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang berada di samping Basuki menyatakan hal senada terkait BKSP Jabodetabekpunjur.

"BKSP Jabodetabekpunjur ini organisasinya ada, tetapi manfaatnya tidak ada," kata Rahmat.

Sejak 2010, Pemprov DKI memberikan hibah untuk penanganan banjir di beberapa kabupaten atau kotamadya di daerah sekitar Jakarta melalui BKSP Jabodetabekpunjur. Pada tahun 2010, DKI memberikan dana hibah sebesar Rp 25 miliar untuk sembilan daerah penyangga.

Dana hibah ini untuk pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, kebersihan, sinkronisasi tata ruang kawasan Jabodetabekjur, pengendalian banjir, dan pengelolaan sampah.

Kemudian, pada 2011, Pemprov DKI menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 45 miliar kepada pemeritah daerah penyangga.

Dana hibah diberikan untuk pengembangan daerah mitra dengan komposisi 70 persen di bidang transportasi, sumber daya air, tata ruang, dan lingkungan hidup, serta 30 persen di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan industri pergudangan.

Selama dua tahun terakhir kemarin, pada 2012-2013 jumlah dana hibah untuk pemerintah daerah di kawasan Bodetabek tetap sama dengan jumlah yang dialokasikan pada 2011, yaitu Rp 45 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Pastikan Camat dan Lurah Tak Dihapus dari Struktur Birokrasi

Pemprov DKI Pastikan Camat dan Lurah Tak Dihapus dari Struktur Birokrasi

Megapolitan
Baru Dibangun, Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar Lagi, Apa yang Terjadi?

Baru Dibangun, Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar Lagi, Apa yang Terjadi?

Megapolitan
Mungkinkah DKI Terapkan Urban Renewal yang Dijanjikan Anies di Lokasi Penggusuran di Sunter Agung?

Mungkinkah DKI Terapkan Urban Renewal yang Dijanjikan Anies di Lokasi Penggusuran di Sunter Agung?

Megapolitan
Pelaku Pencurian di Kantor Katadata Ambil Decorder CCTV

Pelaku Pencurian di Kantor Katadata Ambil Decorder CCTV

Megapolitan
Sanksi bagi Penyerobot Jalur Sepeda Diterapkan Mulai Hari Ini

Sanksi bagi Penyerobot Jalur Sepeda Diterapkan Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN} Anggota Satpol PP DKI Bobol ATM I Mengapa 10 Pabrik Sepatu Pindah dari Banten I Kusni Kasdut, Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Penjahat

[POPULER MEGAPOLITAN} Anggota Satpol PP DKI Bobol ATM I Mengapa 10 Pabrik Sepatu Pindah dari Banten I Kusni Kasdut, Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Penjahat

Megapolitan
Awas Kena Tilang, Ini Informasi Lengkap Seputar Jalur Sepeda di Jakarta

Awas Kena Tilang, Ini Informasi Lengkap Seputar Jalur Sepeda di Jakarta

Megapolitan
7 Fakta Seputar Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede, Bekasi

7 Fakta Seputar Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede, Bekasi

Megapolitan
BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Menikmati Sore di Setu Sawangan, Depok yang 'Diselimuti' Azolla Pinnata...

Menikmati Sore di Setu Sawangan, Depok yang "Diselimuti" Azolla Pinnata...

Megapolitan
Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Megapolitan
Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Megapolitan
Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Megapolitan
54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

Megapolitan
228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X